JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mantan Dirut RSUD Sragen dan Satu Pegawai Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Gedung Operasi Rp 8 Miliar. Kerugian Diperkirakan Miliaran

Kajari Sragen, Syarief Sulaeman saat memimpin pers rilis penetapan tersangka kasus dugaan korupsi proyek gedung operasi RSUD Sragen, Senin (13/1/2020). Foto/Wardoyo

IMG20200113122044 816x612 1
Kajari Sragen, Syarief Sulaeman saat memimpin pers rilis penetapan tersangka kasus dugaan korupsi proyek gedung operasi RSUD Sragen, Senin (13/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Mantan Direktur RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Djoko Sugeng Pujiatmo dan satu pegawai, Nanang Y, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek gedung operasi.

Keduanya ditetapkan tersangka dalam proyek pembangunan gedung operasi bernilai hampir Rp 8 miliar tahun 2016 silam.

Penetapan tersangka itu disampaikan dalam rilis pers yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Syarief Sulaeman di Kejari, Senin (13/1/2020).

“Benar, kami sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi di RSUD Sragen. Tersangka pertama adalah mantan Dirut tahun 2016 berinisial DS dan tersangka kedua adalah PPK dengan inisial NY,” papar Kajari didampingi Kasi Pidsus, Agung Riyadi dan Kasi Intel, Dibto Brahmono.

Baca Juga :  Heboh Fakta Baru Jenazah Ustadz Positif Covid-19 di Sragen Dijemput Paksa dan Dimakamkan Sendiri Tanpa APD. Pemakaman Diduga Sengaja Nilap Petugas dan Aparat yang Tengah Jumatan

Kajari menguraikan proyek ruang operasi itu merupakan proyek tahun 2016 dari sumber sana Bankeu Provinsi. Nilai proyeknya sebesar Rp 8 miliar yang dikerjakan oleh rekanan luar Sragen.

DS ditetapkan tersangka atas perannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggungjawab atas penyimpangan yang terjadi.

Sedangkan NY dijerat sebagai tersangka karena sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang kemudian ditemukan kerugian negara di dalamnya.

Baca Juga :  Sudah Direstui Bupati, 74 Desa di Sragen Sudah Boleh Gelar Pengisian Perangkat Desa. Berikut Info Lengkapnya!

Menurut Kajari, untuk sementara baru dua orang yang berstatus tersangka. Saat ini tim masih mengintensifkan pendalaman atas kasus tersebut.

“Modusnya adalah pengondisian pengadaan. Bukan di lelang atau di pembelian barang. Barangnya oke dan dipakai sampai sekarang. Kerugian masih dalam perhitungan. Dalam waktu tidak lama lagi akan kami sampaikan,” tandas Kajari.

Sementara data yang dihimpun, kerugian dari kasus itu disebut mencapai miliaran. Wardoyo