JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ngeri, Otak Pria Ini Dihuni Cacing Pita Selama 10 Tahun!

Ilustrasi / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pria di Texas, Amerika Serikat ini tidak menyadari bahwa cacing pita telah menghuni otaknya selama 10 tahun.

Hal itu baru ketahuan ketika dirinya mengalamu sakit kepala hebat hingga membuatnya muntah-muntah.

Dokter yang memeriksanya mengira cacing pita itu telah tumbuh sejak pria itu makan daging babi setengah matang di Meksiko.

“Para dokter di Texas berpikir cacing pita itu telah tumbuh perlahan sejak pria bernama Gerardo ini memakan daging babi setengah matang di Meksiko lebih dari satu dekade lalu,” begitu dilansir

Gerardo mengatakan dia mengalami sakit kepala dan “merasa tidak nyaman” selama berbulan-bulan sebelum dia melakukan scan MRI.

Dia melakukan ini setelah sempat pingsan saat bermain sepak bola pada tahun lalu.

Menggambarkan rasa sakit dari sakit kepalanya, ia mengatakan kepada afiliasi NBC KXAN-TV:

“Ini sangat sakit, sangat sangat sakit dan juga membuat saya berkeringat juga, kemudian, saya akan muntah karena rasa sakit hebat ini,” kata Gerardo.

Dr Jordan Amadio, ahli bedah saraf di Ascension Seton di Austin, mengatakan kasus itu sebagai langka dan benar-benar luar biasa.

“Di daerah-daerah tertentu di negara itu, seperti Texas dan California, ini bisa lebih umum,” katanya.

“Jadi, saya pikir, pasti ada sesuatu yang harus disadari oleh setiap profesional medis.

Menurut Amadio, kondisi ini tidak umum dan bisa sebagai hal berbeda.

Beberapa jenis cacing pita menyebabkan infeksi parasit taeniasis menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Makan daging sapi atau babi mentah atau setengah matang adalah faktor risiko utama untuk terinfeksi.

Kebanyakan orang dengan infeksi cacing pita tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan.

Setelah operasi rumit untuk menghilangkan cacing pita, Gerardo mengatakan dia kembali ke dirinya yang normal dan telah kembali bekerja.

Cacing pita juga telah ditemukan di otak saudara perempuannya bertahun-tahun sebelumnya.

www.tempo.co

Baca Juga :  Vitamin D Disebut Bantu Kurangi Risiko Komplikasi Akibat Covid-19