JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sadar Dulunya Anak Desa, Bupati Batang Kelahiran Sragen Dorong Siswa Harus Semangat Lanjut Kuliah. Kementerian Siapkan 400.000 Beasiswa Kuliah Bagi Siswa Miskin

Bupati Batang, Wihaji. Foto/Wardoyo
Bupati Batang, Wihaji. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Batang, Wihaji mendorong semua siswa SMA atau SMK untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Dengan tekad dan ikhtiar, ia yakin para lulusan perguruan tinggi tetap punya kans besar untuk meraih kesuksesan.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sragen University Expo di Gedung SMS Sragen, Sabtu (18/1/2020).

Wihaji yang asli kelahiran Plupuh, Sragen itu menuturkan masyarakat atau siswa tak perlu takut dengan bayang-bayang bahwa banyak lulusan perguruan tinggi yang gagal mendapat pekerjaan mapan.

Menurutnya pola pikir itu harus dirubah. Ia mencontohkan dirinya yang hanya orang desa dan bukan dari keluarga berada, tak pernah menyangka bakal bisa mengemban amanah sebagai Bupati di Batang.

“Saya dulu kuliahnya jurusan Tarbiyah, harusnya kan menjadi guru. Tapi kan semua akhirnya kan tergantung sing ngecet lombok. Makanya saya hanya ingin memotivasi buat anak-anak SMA SMK maupun mahasiswa. Harus punya semangat ayo kuliah. Dan kalau bisa harus dan kalau kuliah ambillah jurusan yang benar. Perkara nanti mau jadi apa, nasib orang tidak ada yang tahu. Yang penting kita ikhtiar dulu. Nah yang nggak mau kuliah, silakan bekerja dan merintis usaha apa yang lagi viral. Manfaatkan teknologi,” paparnya kepada wartawan.

Ia menguraikan bagi yang pingin kuliah, diharapkan bisa memilih jurusan seusai keinginan dan bakat. Meskipun, tak sedikit yang ketika lulus bekerjanya tak linier dengan jurusan kuliahnya.

Baca Juga :  Tak Hanya ke Kejaksaan, Kepala DPUPR Sragen Juga Dilaporkan ke Polda Jateng. Terkait Indikasi Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan di 5 Proyek Bernilai Miliaran

Lantas, bagi yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu, diharapkan tak patah semangat untuk bisa kuliah. Sebab saat ini banyak beasiswa di jenjang kuliah, selain beasiswa KIP dari pemerintah.

“Terkadang hidup itu tidak sesuai harapan tetapi minimal jalan dan ikhtiarnya sudah kita lakukan. Perkara kalau lulus nanti mau jadi apa, itu adalah rezeki yang tidak terduga duga dan kita tidak akan kuat mikirnya. Yang terpentibg adalah ikhtiar, usaha dan Insyallah minimal dengan kuliah, wawasan dan pandangan tentang kehidupan akan lebih luas. Perkoro ragat iso digoleki, sekarang beasiswa banyak,” terangnya.

Bupati Batang, Wihaji saat memberikan motivasi di hadapan siswa di Sragen University Expo, Sabtu (18/1/2020). Foto/Wardoyo

Di hadapan ratusan siswa SMA/K yang hadir, bupati yang dikenal sederhana itu juga memberikan motivasi agar generasi muda bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Kemudian, kehadiran teknologi hendaknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Menurutnya, saat ini, penguasaan teknologi memegang peranan penting dalam menguasai dunia di segala sektor.

“China dulu negara yang tidak diperhitungkan tapi lihat dengan penguasaan teknologi, mereka skarang jadi penguasa dunia. Itu membuktikan dengan menguasai teknologi dan inovasi akan bisa menguasai dunia. Kalau nggak menguasai teknologi, akan ketinggalan jaman dan Gaptek. Jangan sampai HP-nya sudah smart phone tapi yang punya malah stupid,” urainya setengah berkelakar.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Saat sesi tanya jawab, Wihaji juga mendapat pertanyaan dari salah satu mahasiswa Unnes bernama Galang. Mahasiswa itu menanyakan strateginya bisa meraih sukses menjadi bupati di kabupaten lain meski hanya berlatar belakang anak desa.

Mendapat pertanyaan itu, Wihaji pun hanya tersenyum. Ia mengakui tak pernah menyangka bisa menjadi bupati. Namun ia hanya menggarisbawahi bahwa semua itu adalah buah kerja keras dan ikhtiar yang dilakukan.

Ia juga mengakui, saat di bangku kuliah juga tidak begitu pandai sekali. IPK saat S1 di angka 3 lebih, lalu S 2 juga 3 lebih dan IPK saat lukus S3 hampir mendekati 4.

“Saya memang lahir di Plupuh Sragen. Saya sadar saya anak orang miskin dan wong ndesa. Makanya yang terpenting ikhtiar dan Bismillah, njaluk donga wong tuwa. Pokoke semangat belajar, rahasia Allah tidak ada yang tahu. Tugas manusia hanya berusaha. Itu saja, nggak ada kiat khusus,” tukasnya.

Selain Wihaji, juga hadir Assisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan Iptek dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Asril.

Ia menyampaikan siswa dari ekonomi kurang mampu tak perlu lagi risau soal biaya kuliah. Sebab pemerintah sudah menyediakan 400.000 kuota beasiswa KIP bagi mahasiswa yang kurang mampu.

“Yang penting lolos ke perguruan tinggi dulu. Nanti bisa dapat KIP kuliah,” tukasnya. Wardoyo