JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Wagub Taj Yasin Ungkap Mayoritas Anak Jalanan dan Gelandangan Ternyata Berawal dari Masalah Rumahtangga. Ini Pemicunya!

Foto/Humas Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Jateng

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Penanganan masalah sosial, khususnya terkait anak jalanan dan orang telantar, harus dilakukan sejak dini.

Edukasi kepada masyarakat, terutama kepada keluarga dan pasangan pranikah, dinilai menjadi salah satu langkah mendasar terkait hal itu.

Sebab, masalah sosial yang berkaitan dengan orang telantar berawal dari keluarga yang broken home.

“Ini kita tata. Shelter itu penting dan banyak keperluannya tetapi yang lebih mendesak adalah pemberian edukasi kepada masyarakat. Misalnya memberi edukasi kepada pasangan pranikah melalui bimbingan supaya tidak menjadi keluarga yang broken home,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat meninjau pembangunan Rumah Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Senin (13/1/2020) sore.

Dia menjelaskan, masalah sosial yang banyak terjadi saat ini adalah terkait anak jalanan, gelandangan, serta orang gangguan jiwa yang dibuang.

Baca Juga :  Dinilai Abaikan Protokol Kesehatan, Bupati Brebes Dapat Peringatan Keras dari Ganjar

Bukan faktor ekonomi saja yang melatari banyaknya masalah sosial itu melainkan faktor broken home.

“Kita pernah kerja sama dengan shelter yang milik pemerintah pusat di Magelang, itu juga penanganan untuk anak jalanan itu ketika sudah diambil dan ditaruh mereka lari. Anak jalanan itu tidak hanya karena faktor ekonomi saja ternyata ada yang dari anak direktur juga,” ungkap pria yang disapa Gus Yasin ini.

Terkait shelter, Jawa Tengah sendiri memiliki 11shelter di 11 kabupaten/kota. Terakhir adala pembangunan Shelter  Rumah Perlindungan Sosial Kabupatèn Temanggung yang masuk dalam rencana pembangunan tahun 2019. Sementara, 2020 ini belum ada rencana penambahan shelter.

“Kemarin Rembang juga mengajukan tetapi harus dilihat dulu kondisi dan kesiapannya. Nanti setelah ada shelter, penampungan berikutnya bagaimana karena shelter kan sifatnya untuk assessment awal saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Langgar Protokol Kesehatan, Izin Cafe di Kudus Terancam Dicabut

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Pontjo Marbagio mengatakan kasus anak jalanan masih mendominasi terkait masalah sosial di Temanggung.

Untuk menangani masalah sosial di daerahnya, Dinsos Temanggung juga sedang menyiapkan pusat pelayanan terpadu dan laboratorium sosial.

“Ini sedang kami siapkan unit pelayanan sosial terpadu dan juga laboratorium sosial. Di laboratorium sosial nanti akan ada pelayanan dan penanganan klien serta mencari metode yang tepat untuk menangani masalah sosial yang ada atau yang baru muncul,” katanya. JSnews