JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diminta Segera Angkat Kaki, Penghuni Warung-Warung Semok Gunung Kemukus Sragen Mengaku Pasrah. Pemkab Siapkan Ganti Rugi Rp 1 Juta Per Bangunan

Salah satu warung semok di kawasan sabuk hijau WKO wilayah Gunung Kemukus yang masuk daftar wajib bongkar. Foto/Wardoyo
Salah satu warung semok di kawasan sabuk hijau WKO wilayah Gunung Kemukus yang masuk daftar wajib bongkar. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Para penghuni warung-warung kopi dan persewaan kamar di sepanjang sabuk hijau Gunung Kemukus, Desa Pendem, Sumberlawang mengaku pasrah dengan kebijakan pemerintah yang akan membersihkan semua bangunan di sabuk hijau.

Mereka pun sudah bersiap untuk angkat kaki dari warung-warung yang selama ini menjadi penopang usaha mereka.

“Katanya sesuai kontrak akhir bulan ini (Februari) baru akan dibongkar. Kalau saya hanya nyewa Mas, jadi pasrah saja kalau memang harus dibongkar,” ujar Ny WAY (50) salah satu penghuni warung di deretan paling selatan kawasan sabuk hijau utara pintu masuk Kemukus itu.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , WAY yang asal Boyolali itu mengaku dirinya hanya menyewa saja, sama halnya sebagian penghuni di warung-warung sabuk hijau lainnya.

Ketika ada kebijakan pembongkaran dan harus pindah, tak ada jalan lain kecuali harus menerima. Ia juga mengaku belum tahu bagaimana rencana ke depannya pasca pembongkaran warung yang disewanya itu.

“Mau pindah ke mana, nggak tahu Mas. Masih bingung. Sementara ya masih di sini sampai nanti akhir bulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

Ia mengakui semenjak kabar pembongkaran dan rencana pembangunan wisata baru di Kemukus, pengunjung yang singgah di warungnya memang merosot.

“Sekarang nggak ramai lagi Mas,” katanya.

Senada, SUR (52) penghuni warung kopi lainnya di kawasan sabuk hijau, juga mengaku sudah pasrah dan siap ketika harus hengkang. Warga asal Pantura itu juga mengaku masih bingung mau pindah usaha ke mana.

“Di sini sudah lama Mas, kadang ramai kadang sepi tapi minimal bisa untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Kalau dibongkar, nanti mau usaha apa ya masih bingung,” akunya.

Deretan warung di sepanjang sabuk hijau memang akan dibongkar untuk kepentingan revitalisasi Gunung Kemukus. Sudah menjadi rahasia umum, warung-warung di sepanjang sabuk hijau itu selama ini memang disinyalir menjalankan multi usaha.

Selain menyajikan minuman kopi dan lain-lain, tak jarang pula warung-warung itu menjadi penyedia layanan wanita yang menemani pengunjung. Sehingga tak sedikit yang menyebut warung-warung kopi dalam tanda kutip itu dengan istilah warung semok.

Camat Sumberlawang, Heru Susanto mengatakan berdasarkan pendataan ada sekitar 54 warung dan bangunan di sepanjang sabuk hijau yang harus dibongkar untuk revitalisasi The New Kemukus.

Baca Juga :  Melonjak Tambah 10 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Jadi 466 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Terus Bertambah Jadi 62 Orang

Dari rapat terakhir, proyek revitalisasi akan dimulai bulan Maret mendatang. Sehingga diharapkan maksimal akhir Februari ini, semua bangunan sudah dibongkar.

“Harapan kita ya secepatnya dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Sehingga nanti sebelum akhir bulan sudah bisa kosong. Kalau nggak, nanti akan dibongkar oleh petugas tim terpadu,” paparnya.

Heru menguraikan dari pemantauan, sudah ada dua warung yang dibongkar swadaya oleh pemiliknya. Kepada pemilik bangunan, sudah disiapkan ganti rugi Rp 1 juta per bangunan.

Untuk data pemilik bangunan sudah ada di pendataan desa. Menurutnya, 54 bangunan itu memang tidak memiliki sertifikat dan lahan yang mereka tempati memang kawasan sabuk hijau yang dilarang digunakan untuk hunian dan sebagainya.

“Nanti kalau sudah dibongkar semua, baru akan dimulai revitalisasi Kemukusnya. Salah satu rangkaiannya nanti tempat wisata dari pintu masuk sampai belakang akan diperbagus.
Nanti termasuk pinggir dermaga baik kanan dan kiri akan dibangun juga. Bertahap mulai tahun ini dan tahun depan,” tandasnya. Wardoyo