JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Innalillahi, Perangkat Desa Tewas Mengenaskan Kecelakaan Maut Terlindas Tronton di Perempatan Masjid Jami Lasem

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

REMBANG,JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan mengenaskan terjadi di sekitar perempatan Masjid Jami’ Lasem, Senin (24/02/2020) sekira pukul 14.30 WIB. Seorang korban meninggal dunia, diketahui merupakan modin Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem.

Menurut hasil olah TKP petugas Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, cerita bermula ketika Gumaslin (44), modin Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem naik sepeda motor Honda Vario, melaju dari arah barat ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, ada truk gandeng parkir di sisi utara jalan, sang sopir adalah Andik Lukmanto (42) warga Desa Semboropasar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca Juga :  Pedagang dan Tukang Becak Terpapar Covid-19, Pasar Sidorejo Kendal Ditutup Sementara

Gumaslin menabrak bak belakang truk gandeng tersebut, kemudian motornya oleng ke kanan. Motor korban kemudian dihantam truk tronton yang berjalan searah dari barat.

Truk tronton dikemudikan Lukiyanto (33 tahun) warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Korban menderita luka berat di bagian kepala dan langsung meninggal dunia di TKP.

Kepala Unit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Ryan Mitha Pangesty menyatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengevakuasi jenazah korban, sekaligus melakukan olah TKP.

“Jadi motor korban menabrak truk parkir dulu. Habis itu oleng ke kanan dan motor ditabrak truk dari arah belakang atau barat. Sopir truk sudah kita amankan, untuk menjalani pemeriksaan, “ ujarnya Selasa (25/2/2020) pagi tadi.

Baca Juga :  Bupati Batang Hanya Izinkan Penyelengaraan Hajatan di Zona Hijau

Sementara itu, rumah korban di Desa Timbrangan Kecamatan Gunem diselimuti suasana duka, atas kepergian Gumaslin.

Almarhum meninggalkan seorang isteri dan 2 orang anak. Perangkat desa yang terkenal baik tersebut, sebelumnya pamit dari rumah, karena ada keperluan mengurus surat-surat kendaraan.

Senin malam sekira pukul 21.30 WIB, jenazah Gumaslin selesai disholati. Sebelum warga memberangkatkan jenazah ke makam, mereka menunggu kedatangan putera pertama almarhum yang mondok di Semarang. JSnews