JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jarang Terekspos, Tiap Tahun 8 Karyawan PDAM Sragen Ternyata Diumrohkan ke Tanah Suci. Dirut Sebut 99 % Yang Pulang Umroh Berubah Jadi Lebih Baik!

Supardi. Foto/Wardoyo
Supardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM PDAM Sragen ternyata punya program menarik bagi karyawan. Setiap tahun, perusahaan pengelola layanan air milik Pemkab Sragen itu memberikan 8 tiket umroh kepada karyawannya.

Hal itu terungkap saat digelar pamitan kepada karyawan yang mendapat jatah umroh tahun 2020 ini, Kamis (27/2/2020). Dirut PDAM Sragen, Supardi mengatakan untuk tahun ini ada tujuh karyawan yang diberangkatkan umroh dan dibiayai oleh perusahaan.

“Sebenarnya ada depalan setiap tahun. Enam untuk muslim, dua untuk jatah non muslim ke Jerusalem. Tapi untuk yang non muslim dua tahun sekali karena memang jumlahnya sedikit,” paparnya Kamis (27/2/2020).

Tujuh karyawan yang akan berangkat umroh itu akan bertolak ke tanah suci pada awal Maret besok. Separuh dari mereka terdiri dari karyawan yang sudah memasuki masa mendekati pensiun.

Baca Juga :  Ratusan Pelayat Antar Pemakaman Anggota DPRD Sukamto. Ketua DPRD Sragen: Kami Kehilangan Figur Penuh Semangat!

Sedangkan sisanya, adalah karyawan dengan masa aktif minimal 15 tahun dan terundi mendapat jatah umroh.

“Kemarin yang ngundi Bu Bupati pas acara HUT PDAM. Berangkatnya Maret besok,” terangnya.

Lebih lanjut, Supardi menguraikan program umroh gratis bagi karyawan itu sudah rutin sejak tahun 2009. Awalnya diwujudkan dalam bentuk haji dengan kuota dua orang pertahun.

Namun dengan pertimbangan waiting list haji yang lama, akhirnya sejak 2011 dirubah menjadi umroh dengan kuota ditambah jadi tujuh orang.

“Biaya umroh per orang sekitar Rp 35 juta. Perusahaan menanggung semua biaya akomodasi, paspor dan sebagainya di sana. Tapi untuk uang saku dan bekal, dari karyawan sendiri,” tukasnya.

Baca Juga :  Lolos 3 Besar, 15 Pejabat Sragen Tinggal Berebut Restu Bupati untuk Duduki Kursi Empuk di 5 Dinas. Satu Dinas Zonk

Menurutnya, program itu dinilai cukup efektif menjadi pengendali bagi pegawai dan memotivasi kinerja mereka. Dengan biaya tak terlalu besar, umroh itu juga sebagai pemotivasi sekaligus penuntun karyawan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Alhamdulillah dari sekitar 70an karyawan muslim dan 9 non muslim yang sudah dapat jatah umroh, hampir 99 persennya ketika sudah pulang, mereka berubah menjadi lebih baik dalam segala hal. Makanya kami memandang tradisi dan program ini sebagai sesuatu yang baik dan terus dilakukan,” tandasnya. Wardoyo