JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Ibu Paruh Baya di Gemolong Sragen Dipaksa Suaminya Untuk Mengemis Bersama 3 Anaknya Yang Masih Kecil. Tiap Pagi Diantar Lalu Ditinggal

Penampakan wanita paruh baya asal Gemolong dan anaknya yang masih kecil yang diduga jadi korban eksploitasi dipaksa suaminya mengemis. Foto/Wardoyo
Penampakan wanita paruh baya asal Gemolong dan anaknya yang masih kecil yang diduga jadi korban eksploitasi dipaksa suaminya mengemis. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah miris mencuat di Gemolong, Sragen. Seorang ibu paruh baya dilaporkan dipaksa oleh suaminya untuk mengemis bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Wanita paruh baya yang berdomisili di Gemolong itu, dilaporkan tiap hari diantar jemput dan sengaja dipaksa meminta-minta bersama anak-anaknya di wilayah Gemolong.

Fakta itu terungkap dari laporan yang masuk ke Dinas Satpol PP Sragen, Senin (24/2/2020). Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono mengatakan pihaknya memang menerima laporan dugaan eksploitas seorang ibu paruh baya yang dipekerjakan sebagai pengemis oleh suaminya di wilayah Gemolong.

Baca Juga :  Memanas, Ribuan Warga Sepat Masaran Siap Demo ESDM dan Polres Sragen. Penersangkaan Kades Dinilai Lukai Hati Rakyat, Warga: "Nyawa pun Siap Kami Serahkan!"

“Laporannya dari warga, baru saja masuk. Memang benar ibu itu sengaja dikaryakan oleh suaminya sendiri untuk mengemis. Dia mengemis sambil membawa tiga anaknya yang masih kecil. Ini sedang kami telusuri,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (24/2/2020).

Dari hasil penelusuran, wanita paruh baya itu diketahui berasal dari Gemolong. Dari laporan warga yang memberi informasi, wanita itu tiap hari diantar oleh suaminya dan dipaksa mengemis di sekitar Pasar Gemolong dan di depan Toserba Lestari Baru.

Baca Juga :  Digasak Tronton, Dosen Asal Jatim Tewas Mengenaskan Jadi Korban Tabrak Lari di Sambungmacan Sragen. Motor Korban Ringsek, Tronton Langsung Kabur

“Informasinya kalau pagi dia diantar. Kalau sore dijemput suaminya. Sudah setengah tua. Tadi kami sudah koordinasi dengan Muspika dan Trantib Gemolong agar segera dievakuasi,” terang Heru.

Ia mengatakan wanita paruh baya dan anaknya itu harus diselamatkan. Sebab tindakan suami yang memaksa mengemis itu merupakan bentuk eksploitasi yang tidak bisa dibenarkan. Wardoyo