JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Heboh, 2 Sapi di Blitar Tercebur Sumur, Proses Evakuasinya Susah dan Harus Libatkan Libatkan Damkar & BPBD

Dua ekor sapi tercebur ke dalam sumur di Blitar, Senin (24/2/2020). SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq

BLITAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua ekor sapi jantan di Blitar tercebur dalam sebuah lubang sumur, Senin (24/2/2020). Proses penyelamatan dua ekor sapi tersebut cukup susah dan menyita banyak tenaga.

Demi penyelamatan dua ekor sapi itu, banyak pihak dilibatkan dalam evakuasi. Di antaranya, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Namun, sebelum mereka terlibat langsung, warga sudah berhasil mengangkatnya setelah dua jam berusaha mengevakuasinya, pada siang hari. Kejadian itu berlangsung di Dusun Sumberasri, Desa Jeblok, Kecamatan Talun.

Karuan, kabar terceburnya dua ekor sapi itu membuat warga gempar. Tak hanya warga setempat, namun warga dari berbagai desa sekitarnya juga berdatangan. Mereka penasaran dan ingin melihat langsung kejadiannya dan sekaligus proses evakuasinya.

Dua ekor sapi itu milik Mustamar (56), dan Jamal (60), keduanya warga dusun setempat (Sumberasri). Rumah mereka berdampingan. Kedua ekor sapi itu sama-sama masih anakan atau baru berumur tiga bulan.

“Awalnya, saya mendengar kalau sapi saya itu bertingkah atau rewel di kandangnya (yang ada di belakang rumahnya). Itu sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, saat itu tak langsung saya cek,” tutur Mustamar.

Baru beberapa menit kemudian, Mustamar ke luar untuk mengeceknya. Sebab, ia khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan karena tak mendengar suara sapinya rewel lagi.

Baca Juga :  Resmi Diumumkan, Kuota 254.000 Dalam Seleksi CPNS 2019 Tak Terisi Penuh

Namun, baru berada di belakang rumahnya atau di depan kandang sapinya, ia kaget.
Sebab, sapinya yang masih anakan itu malah tak ada dan tinggal indukannya, yang masih ada di dalam kandang. Akhirnya, ia mencarinya di sekitar pekarangan belakang rumahnya.

“Di saat saya mencari sapi saya yang berot (kabur dari kandangnya itu), mendengar warga sudah geger. Katanya, ada sapi yang terjebur ke sumur,” papar Mustamar.

Karuan, ia langsung mengeceknya. Sumur itu ada di pekarangan kosong, yang tak jauh dari rumahnya atau hanya berjarak sekitar 200 meter atau sebelah barat rumahnya.
Begitu dicek, ternyata itu memang sapinya, yang lepas dari kandangnya.

“Saat saya amati dari atas sumur, kondisinya masih bergerak-gerak meski terjebur,” ungkapnya.

Begitu kian diamati, ia mengaku malah kaget. Sebab, bukan hanya sapinya, yang terjebur, namun ada satu ekor sapi lagi. Katanya, itu terlihat jelas karena sumurnya tak dalam atau hanya sekitar 4 meter dari atas. Di samping itu, airnya juga tak penuh atau sekitar 1 meter.

“Kalau dua ekor sapi itu sudah berumur, mungkin ya nggak muat. Namun, karena keduanya masih anakan, ya muat meski harus sulit bergerak,” paparnya.

Baca Juga :  Sebelum Lakukan Penangkapan, KPK Intai Kamar Hiendra Soenjoto Semalaman

Untuk memastikan, yang satu itu sapinya siapa, warga mengecek ke rumahnya Jamal.
Sebab, selain dirinya, yang punya sapi anakan, juga Jamal. Ternyata benar. Itu sapi milik Jamal karena di kandangnya, juga tak ada.

“Mungkin, saat itu kedua sapi itu kejar-kejaran, sehingga akhirnya terjebur bareng,” paparnya.

Begitu kedua ekor sapi itu berhasil diangkat, kondisinya agak lemas namun sehat. Namun, begitu dikembalikan ke kandangnya dan didekatkan indukannya, sebentar kemudian, sapi itu akhirnya kembali sehat.

Mungkin saja, tambah dia, itu karena tak sampai tenggelam, dan kepalanya masih terlihat di atas permukaan air. Ditambah, sumurnya juga sempit sehingga membuat tubuh kedua sapi itu agak terjepit dinding sumur itu.

Dan, itu yang membuatnya bisa bertahan, hingga tak tenggelam.

“Memang, bisa bergerak, namun tak bisa leluasa. Sebab, tubuhnya agak terjepit dinding sumur, sehingga bisa sekaligus dipakai buat bertahan,” paparnya.

Sementara, warga yang mendengar kejadian itu, hingga pukul 11.00 WIB, masih berdatangan. Begitu berhasil dievakuasi, warga berebut foto di dekat sapi tersebut.

“Ini kejadian unik, karena itu saya datang ke sini meski rumah saya jauh (berjarak 4 km),” ujar Muzakki (40), warga Desa Bendosewu, Kecamatan Talun.

www.tribunnews.com