JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Mulai Merasakan Dampak Virus Corona

Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kasus penyebaran virus Corona mulai terliyat mempengaruhi penerimaan
pajak sektor perdagangan di tanah air,
yang besarnya hanya mencapai Rp 22,18 triliun sepanjang Januari 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, penerimaan pajak tersebut mengalami kontraksi hingga 5,8 persen. 

“Ini karena saat liburan Hari Raya Cina, kemudian terkena virus corona, ini yang menyebabkan terjadi penurunan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Menurut Sri Mulyani, pada Januari 2019, sektor perdagangan masih bisa tumbuh 8,4 persen year-on-year (yoy). Tapi di bulan pertama 2020 ini, sektor tersebut hanya tumbuh 2,6 persen.

Padahal, sektor perdagangan memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak, yaitu 21,7 persen.

Virus corona mulai menyebar sejak awal tahun 2019 hingga memasuki perayaan Imlek pada 25 Januari 2020.

Sumbernya yaitu dari Kota Wuhan, Cina. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal pun sudah mencapai 2.005 jiwa. 

Tak hanya penerimaan pajak sektor perdagangan yang terkena imbas, kinerja bea masuk pun juga terimbas.

Sepanjang Januari 2020, bea masuk di sektor perdagangan besar dan eceran mengalami kontraksi hingga 20,5 persen.

Januari 2019, bea masuk di sektor perdagangan masih tumbuh 5,5 persen. Tapi tahun ini, terjadi penurunan hingga 15 persen.

Sehingga, total bea masuk sektor tersebut hanya Rp 1,4 triliun. Padahal, kontribusinya pada bea masuk merupakan yang tertinggi, 46 persen.

“Pasti ada pengaruh dari virus corona,” kata Sri Mulyani.

Yang patut diwaspadai, kata Sri Mulyani, ini hanyalah sebagian kecil dari dampak virus corona. Sampai hari ini, ia masih akan memantau perkembangan ekonomi Cina.

Sebab, kata dia, jika pertumbuhan ekonomi Cina turun 1 persen saja, maka ekonomi Indonesia akan ikut turun 0,3 sampai 0,6 persen.

www.tempo.co

Baca Juga :  Lelakon, Ditingal Suami Salat Subuh di Masjid, Sang Istri Malah Selingkuh dengan Oknum Satpol PP