JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sungai Gajah Wong di Yogyakarta Bakal Disulap Jadi Objek Wisata Susur Sungai

Kali Gajah Wong menjadi destinasi wisata susur sungai dengan perahu / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Sungai Gajah Wong bakal dijadikan kawasan strategis untuk pengembangan kawasan selatan dalam konsep ecotourism. Salah satunya adalah pengembangan kegiatan susur sungai menggunakan perahu.

Pemerintah DIY memang tengah menggarap kawasan sungai dan hutan di Yogyakarta menjadi destinasi penyeimbang. Kawasan tersebut selama ini sudah mendulang kunjungan rutin wisatawan.

Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini sudah memulai proses pengembangan wisata Kali Gajah Wong.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) DI Yogyakarta mulai menggarap penataan kawasan hutan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder dan Hutan Wanagama yang berada di Kabupaten Gunungkidul.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan Pemkot Yogyakarta, sedang mengupayakan pemberdayaan wisata di kawasan Kali Gajah Wong.

Pasalnya kawasan itu dinilai mampu menjadi kawasan pariwasata strategis. Nantinya di sana akan dibangun ekowisata baru bernama Giwangan Ecotourism.

“Kami akan kembangkan Kali Gajah Wong menjadi kawasan strategis untuk pengembangan kawasan selatan dalam konsep ecotourism,” ujar Heroe usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk pemaparan rencana itu Kamis (27/2/2020) di Yogyakarta.

Kali Gajah Wong rencananya akan dijadikan sebagai tempat wisata yang memiliki berbagai wahana di dalamnya, seperti flying fox, sepeda air, dan wahana susur sungai menggunakan perahu.

Guna mendukung destinasi wisata itu, Pemkot Yogyakarta juga akan menyiapkan lahan parkir, yang dibuat khusus untuk pengunjung tempat wisata Kali Gajah Wong.

Selain itu, untuk mendukung ekonomi warga, mereka juga akan mengembangkan kuliner dan kampung wisata sekitar seperti kampung sayur dan kampung buah.

Dalam pertemuan itu, ujar Heroe, Sri Sultan meminta semua kelompok bersinergi dalam pengelolaan lokasi wisata ini. Agar pengelolaan kawasan itu dapat dilakukan secara maksimal.

Pengembangan lokasi wisata itu harus mampu meningkatkan daya tarik wisata DIY, dan mampu meingkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar

“Sri Sultan meminta untuk secepatnya membuat tahapan dimulainya kapan dan tahapan dalam pengelolaan. Tahun ini harus sudah selesai,” ujar Heroe.

Sementara untuk kawasan hutan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Sutarto, mengatakan tengah menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Fakultas Kehutanan UGM, untuk menggarap penataan kawasan hutan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder dan Hutan Wanagama yang berada di Kabupaten Gunungkidul.

Rencana penataan hutan ini akan dimulai tahun 2021, “Untuk Tahura Bunder pengembangannya diarahkan untuk pelestarian tanaman langka dan pelestarian satwa,” ujar Sutarto.

Selain itu, di kawasan Tahura Bunder yang sudah disokong program Stasiun Flora dan Fauna (SFF) itu, akan dilengkapi pusat rehabilitasi dan penyelamatan satwa, sekaligus wahana edukasi bagi masyarakat sekitar.

Penataan ini bertujuan mengintegrasikan kawasan Tahura Bunder, SFF Bunder, dan Hutan Wanagama menjadi salah satu obyek daya tarik wisata untuk pengembangan atau mendukung destinasi prioritas Candi Borobudur.

www.tempo.co

Baca Juga :  Antisipasi Penularan Covid-19, Wisatawan Malioboro Dilarang Salat di Masjid Kompeks DPRD untuk Sementara