loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gibran Rakabuming Raka menanggapi pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri tentang kader sebaiknya tidak memaksa anaknya terjun ke politik jika tidak mampu. Gibran menegaskan, langkahnya terjun ke politik atas inisiatifnya sendiri dan bukan atas dorongan ayahandanya, Presiden Joko Widodo.

“Saya tidak dipaksa. Ini atas dasar keinginan sendiri, tidak ada paksaan. Dan saya sudah minta ijin Bapak sama Ibu, ijin ke Bu Mega (Megawati-red) juga. Intinya tidak ada paksaan,” urainya ditemui di sela kegiatan blusukannya di Pasar Burung Depok, Manahan, Jumat (21/2/2020).

Kendati demikian, peran keluarga sangat besar baginya. Selama ini, lanjutnya, keluarga selalu memberikan semangat pada dirinya.

Baca Juga :  Seorang PDP Corona Terkait Seminar Bogor Meninggal di RSUD dr Moewardi Solo

“Ndak tahu itu pidatonya mengarah ke siapa. Ya Bu Mega bisa menilai lah, kegiatan saya seperti apa. Kan hasilnya kelihatan di hasil survei. Kerja politik saya seperti apa, mesin politiknya jalan apa tidak,” paparnya.

Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menilai pidato Megawati Sukarnoputri tersebut tidak hanya ditujukan pada satu atau dua kader PDIP. Pidato tersebut lebih ditujukan kepada umum.

“Banyak yang mendorong-dorong putranya maju ke politik. Salah satunya di Kalimantan beberapa waktu lalu. Kalau anaknya didorong untuk maju kan tuntutannya pasti harus menang. Maunya seperti itu. Padahal dia kalah,” tandasnya.

Menurut Rudy, tidak ada salahnya seorang kader mendorong anaknya maju ke dunia politik juga. Hanya saja harus diukur sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga :  Kabar Duka, Sudjiatmi Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia

“Itu bukan sindiran tapi instruksi kalau memang anaknya belum mampu yang jangan dipaksakan. Kalau di Solo, siapapun calonnya, ya tak menangke lah,” tegasnya. Prihatsari