JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Teror Virus Corona, Pemerintah China Minta Semua Acara Pernikahan Dibatalkan atau Ditunda

Seorang petugas keamanan memeriksa suhu penumpang setelah semakin menyebarnya virus corona di pintu tol pada malam menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Xianning, provinsi Hubei, Cina 24 Januari 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Apa hubungan penyebaran virus Corona dengan pernikahan? Tapi inilah faktanya, pemerintah China meminta pasangan calon pengantin di negara itu agar menunda acara pesta pernikahan mereka sebagai bagian dari upaya membantu mengurangi penyebaran virus corona di negara itu.

Pada Februari ini terdapat tanggal cantik, yang jauh-jauh hari dipilih pasangan calon pengantin untuk menikah, yakni 02-02-2020.   

Dikutip dari ndtv.com, bukan hanya acara pernikahan, keluarga korban virus corona yang melakukan acara pemakaman pun diminta untuk melakukannya secara sederhana.

 Pada Sabtu (1/2/2020), jumlah korban tewas tercatat 259 orang dan 12.000 orang terjangkit virus mematikan ini di penjuru Cina. 

“Jika Anda sudah mendaftarkan pernikahan atau menjanjikan pernikahan pada 2 Februari tahun ini, Anda disarankan untuk membatalkannya dan menjelaskan situasi ini pada undangan,” tulis pernyataan Kementerian urusan sipil Cina.

Tanggal 2 Februari 2020 dianggap sebagai tanggal keberuntungan untuk menggelar acara pernikahan karena terdiri dari dua angka yang diulang-ulang.

Tanggal 02-02-2020 kalau dibaca dari arah depan – belakang pun maknanya sama. Pemerintah kota Beijing, Shanghai dan kota-kota lain di Cina sebelum wabah virus corona merebak, sudah menawarkan layanan pendaftaran pernikahan, meski pun itu jatuh pada hari libur yang biasanya mereka tutup.     

Kementerian urusan sipil Cina menyatakan untuk sementara waktu akan menghentikan layanan konsul pernikahan dan meminta masyarakat untuk tidak menggelar resepsi pernikahan.

Bukan hanya itu, acara pemakaman pun harus diselenggarakan secara sederhana untuk menghindari orang-orang berkumpul. Jasad orang yang meninggal karena terjangkit virus corona harus segera dikremasi secepatnya. 

Para staf yang menangani pemakaman korban virus corona harus memakai pakaian pelindung dan membawa alat pengecek suhu badan untuk menghindari risiko terinfeksi. 

Sebelumnya Pemerintah Cina telah memperkenalkan larangan-larangan bepergian dan memperpanjang libur tahun baru Cina menyusul merebaknya virus corona yang mematikan ketika ratusan orang mudik saat Imlek untuk mengunjungi keluarga di kampung.

Sekolah-sekolah dan Universitas di penjuru Cina sudah diperintahkan untuk tidak membuka kelas, otoritas Cina juga telah mendesak pabrik-pabrik agar menghentikan kerja mereka dan masyarakat telah diminta menghindari kerumunan orang. 

Virus corona terdeteksi pertama kali di Provinsi Hubei, Cina, yang berpopulasi lebih dari 50 juta jiwa. Wilayah itu sekarang sudah diisolasi.

Otoritas di Provinsi Hubei pada Sabtu, 1 Februari 2020 mengumumkan sudah menunda semua pencatatan nikah terhitung sejak Senin 27 Januari 2020 hingga pemberitahuan berikutnya.

www.tempo.co

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020