loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan modus operandi kasus produksi dan distribusi pupuk palsu. Ada empat pabrik yang membuat pupuk diduga palsu itu di Pracimantoro Wonogiri.

Menurut dia pelaku melakukan dugaan tindak pidana mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel dan atau memproduksi pupuk tanpa izin dan atau melakukan kegiatan usaha perdagangan pupuk tanpa ijin.

Di pabrik milik TG, awalnya semua bahan berupa baras, kaolin, kalsit dan arang dicampur dengan takaran hanya kira-kira. Kemudian dimasukkan dalam mesin pen granol sehingga akan keluar dalam bentuk butiran kecil warna abu abu.

Baca Juga :  Serentak Penyemprotan Disinfektan Massal di Wonogiri Cegah Covid 19

Selanjutnya ditimbang dengan berat 50 kilogram kemudian dimasukkan oven. Lantas dikemas dalam dalam karung yang ada tulisannya Pupuk Pembenah Tanah SP 36 CV Kawan Tani Sejati Gresik Indonesia.

Di pabrik milik FR, cara memproduksi pupuk tersebut adalah dengan menggiling dan menghaluskan pospat dan kaolin secara bersama-sama. Lalu dicampurkan kalsit dengan perbandingan hanya dikira-kira saja.

“Jumlah pabrik ada 7 buah dengan pelaku 6 orang, tapi bisa saja bertambah,” kata Kapolda saat ungkap kasus di Pracimantoro, Kamis (27/2/2020). Aria