JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tolak RUU Cipta Kerja, KSPI Bakal Kerahkan Puluhan Ribu Buruh

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (dua dari kanan) dalam konferensi pers merespon Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2/2020) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan ribu buruh bakal mengikuti demontrasi besar-besaran pada saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna untuk mengambil keputusan menerima atau tidak draf RUU Cipta Kerja omnibus law.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

“(Aksi) dalam waktu dekat pada rapat paripurna besar-besaran di 24 Provinsi. Anggota KSPI akan terjadi aksi besar-besaran dan di nasional kami pusatkkan di depan gedung DPR RI,” kata Said di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Said memperkirakan puluhan ribu orang akan datang, dan akan lebih besar daripada aksi 20 Januari 2020 lalu. Serikat buruh lain, menurutnya, juga akan bergabung di aksi tersebut.

Said berujar bisa juga terjadi penghentian produksi yang dilakukan kaum buruh.

“Puluhan ribu orang akan datang dan lebih besar dari 20 Januari. Serikat buruh lain pun akan bergabung, atau kalau pun tidak bergabung secara bergelombang datang ke gedung DPR dan seluruh Indoensia akan ada aksi besar. Bukan tidak mungkin sepanjang itu dilakukan tertib, melakukan penghentian produksi yang dilakukan kaum buruh,” ucapnya.

Said menyatakan KSPI menolak draft RUU Cipta Kerja karena beberapa alasan. Pertama, tidak adanya kepastian kerja. Kedua, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dipermudah. Ketiga, penghapusan upah minimum. Keempat, Tidak adanya jaminan sosial.

“Enggak ada otaknya itu, pemerintah dan pengusaha, kamu boleh kutip itu,” kata Iqbal pada wartawan.

www.tempo.co

Baca Juga :  Di Balik Rujak Syahrini Yang Mendadak Diserbu Ratusan Pembeli Tiap Hari. Penjualnya Punya Wajah Cantik Mirip Syahrini, Harga Rujaknya Cuma Rp 10.000, Pembelinya Sampai Ngantri Berjam-Jam