JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Wisatawan di Pantai Parangtritis Yogyakarta Kerap Terseret Arus, Ini Penyebabnya

Gelombang tinggi, Petugas SAR Linmas Pantai Parangtritis memberikan himbauan kepada wisatawan supaya tidak bermain air ke tengah. Tribunjogja/Dokumentasi SAR linmas Parangtritis

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu tempat wisata fovorit di Yogyakarta adalah pantai Pantai Parangtritis di Bantul. Meski pemandangan indah, tetapi pengunjung pantai ini harus waspada dan hati-hati saat di bibir pantai.

Sebab, di bibir pantai itu ada beberapa cerukan yang terisi pasir dan sering berpindah. Ombak yang tinggi sering menyeret wisatawan yang sedang mandi. Tekanan arus bawah juga mempunyai gaya tarik sehingga orang yang terseret ombak sulit melepaskan diri. Tarikan ombak itu sering disebut current.

Sebanyak tujuh mahasiswa di Yogyakarta menjadi korban keganasan ombak pantai selatan itu. Lima orang bisa diselamatkan, namun dua orang tewas terseret ombak, Sabtu malam, 8 Februari 2020. Satu orang ditemukan saat itu juga dalam keadaan tak bernyawa. Sedangkan satu orang lagi baru ditemukan Senin pagi, 10 Februari 2020.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

“Korban terakhir ditemukan di tengah laut,” kata Koordinator Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Rescue Istimewa wilayah III Parangtritis, Muhammad Arief Nugraha, Senin, 10 Februari 2020.

Kronologi kejadian, pada Sabtu, 8 Februari 2020, rombongan mahasiswa pengunjung wisata Pantai Parangtritis, delapan orang tiba. Mereka menggunakan sepeda motor. Kemudian rombongan itu berbincang-bincang di area pantai. Tidak selang waktu lama, tujuh dari delapan mahasiswa berinisiatif bermain air di pantai.

Mereka tidak menyadari bermain air di area cerukan pantai, lalu terseret arus ke tengah. Lalu lima orang dapat terselamatkan. Sedangkan satu orang ditemukan meninggal dunia atas nama Eagan Ben Chang, 20 tahun.

Baca Juga :  Hingga September Tiga Hiu Tutul Terdampar di DIY, Ini Fenomena yang Terjadi

Satu orang lagi atas nama Jeven Samuel Rendawa, 20 tahun, mahasiswa asal Pekanbaru itu, baru ditemukan oleh tim rescue pada Senin pagi, atau dua hari setelah kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

Korban Jeven ditemukan Lebih kurang di 1,74 kilometer dari lokasi kejadian. Jasad korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga.

Muhammad Widi, salah satu mahasiswa yang ikut rombongan tidak ikut berenang. Ia mengaku hanya ingin berwisata, tapi memang tidak ikut bermain air laut.

“Awalnya kami hanya ingin wisata saja. Kami hanya ingin refreshing, saya tidak tahu mereka berenang di pinggir atau di tengah,” kata dia.

www.tempo.co