loading...

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui dihadapkan pada dilema besar terkait lonjakan pemudik yang pulang ke Sragen di tengah situasi wabah corona virus atau covid-19 saat ini.

Bupati mengaku tak bisa menolak arus kepulangan pemudik. Di sisi lain, lonjakan pemudik yang terus mengalir kini menimbulkan problem baru terkait manajemen dan screening untuk pencegahan corona virus sesampai di Sragen.

“Masalah manajemen pemudik, sampai pukul 22.00 WIB tadi malam saja sudah ada 4.000 sekian pelaku perjalanan (PP) yang pulang ke Sragen. Tadi saya panggil Dishub (Dinas Perhubungan) agar kita bisa mengkontrol semua biro apa PO,” paparnya kepada wartawan di ruang bupati tadi siang.

Bupati meminta semua agen atau PO bus tidak menurunkan penumpang di jalan. Semua penumpang akan diwajibkan diturunkan di terminal.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Truk Ringsek Gasak Tronton di Tol Soker Sragen Tewaskan Mahasiswa Jember. Truk Mendadak Hilang Kendali Lalu...

Dengan begitu, setiga di terminal, penumpang akan bisa discreening terlebih dahulu.

“Kalau dia ternyata demam atau apa dan ada gejala dan sebagainya akan diisolasi. Nanti di rumah sakit kita isolasi atau kalau tidak ya dikarantina dulu. Kalau dia sudah bebas, baru dia boleh ketemu keluarganya. Kalau sehat-sehat saja tidak ada gejala kita tetap minta mereka dikarantina mandiri,” terangnya.

Menurut Yuni, untuk pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api atau kapal, sudah lebih terdeteksi di posko-posko kesehatan yang ada di pelabuhan atau stasiun.

Namun yang menjadi masalah adalah pemudik yang pulang mandiri dengan menaiki kendaraan pribadi.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Akun Yang Bajak Whatsapp Sejumlah Kades di Sragen Resah dan Minta Ditransfer Uang Jutaan. Ternyata Pasang Profil Menyentuh!

“Tadi saya sdah koordinasi dengan Pak Kapolres soal ini. Tadi kita berencana akan membuat skenario, misalnya bagaimana memperlakukan tutup atau kita masih buka tutup para pemudik,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Yuni mengatakan sejauh ini, Sragen masih dianggap sebagai daerah yang aman. Sehingga jika mau dilakukan lockdown, maka semua harus perlu dipertimbangkan dari berbagai aspek dan dampaknya.

“Kita menunggu hasil rapat Pak Presiden pagi ini. Bagaimana kalau misalnya sudah ada ada lockdown maksudnya ada pemberhentian di semua titik, itu akan enak. Jakarta melarang warga yang keluar, kita pun di sini akan enak. Sekarang kalau kita di sini tutup kemudian mereka udah sampai sini, bagaimana?” tuturnya. Wardoyo