loading...

GRESIK, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang anggota Banser, Fathur Rozikin, warga Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi korban pengeroyokan. Dia dikeroyok gerombolan tidak dikenal di jalan Panglima Sudirman, Jumat (20/3/2020) dinihari.

Akibat pengeroyokan itu, anggota Banser ini kepalanya bocor, tangan hingga punggung terluka. Pengeroyokan ini pun langsung direaksi Pengurus Gerakan Pimpinan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik.

Setidaknya ada 5 fakta dan kronologi lengkap kasus anggota Banser di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim) dikeroyok sampai babak belur seusai ngopi.

Berikut fakta-fakta yang terungkap:

1. Pulang ngopi langsung diserbu

Saat ditemui di rumahnya, Fathur Rozikin terbaring lemas di tempat tidur kamarnya.

Dia mengaku sakit di sekujur badan.

Punggungnya biru, bekas disabet rantai berulang kali saat Dikeroyok gerombolan tidak dikenal di jalan Panglima Sudirman, Jumat (20/3/2020) dinihari.

“Saya waktu itu habis ngopi mau pulang, tapi sudah dicegat di pertigaan panglima sudirman, langsung dikepung gerombolan belasan orang mengendarai sekitar delapan sepeda motor,” ujarnya, Sabtu (21/3/2020).

2. Diteriaki Komprang

Fathur menceritakan, sebelum dianiaya, dia bersama dua temannya yang sama-sama mengendarai sepeda motor langsung diteriaki. “Komprang, Sikat”.

Baca Juga :  Positif Corona di Surabaya Melonjak, Pemkot: Karena Tes dan Swab Massif

Padahal saat itu dia bersama temannya tidak mengerti apa yang dimaksud gerombolan itu.

Kedua temannya berusaha melarikan diri. Ada yang dipegangi kemudian dipukuli, namun berhasil kabur. Sedangkan Fathur langsung terkepung.

Anggota Banser Gresik dikeroyok sampai babak belur, Sabtu (21/3/2020) dini hari. (Surya.co.id/Willy Abraham)

3. Ditanya perguruannya

Fathur dipukuli berulang kali sambil ditanyai berasal dari perguruan mana. Karena tidak menjawab, tubuhnya dihantam paving secara membabi buta oleh gerombolan tersebut.

Kepala Fathur di pukuli paving, tangannya juga dipukuli menggunakan paving. Fathur yang terbaring, punggungnya disabet dengan rantai.

“Kepala saya bocor, tangan saya remuk sekarang,” kata dia.

Selain itu, barang-barang miliknya juga raib dibawa kabur pelaku. Mulai dari handphone, tas dan dompet.

Sementara itu, kakak korban, Fathur Rahman mengatakan adiknya kesusahan menggunakan pakaian.

“Ini mau dipijat sekarang,” kata dia.

Sekadar informasi, ulah gerombolan tersebut juga merusak warung di jalan Noto Prayitno, dan warung di jalan Siti Fatimah Binti Maimun.

4. GP Ansor Deadline Polisi

Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik meminta jajaran Polres mengungkap pelaku pengeroyokan dan perampasan terhadap anggota Banser, Fathur Rozikin.

Ketua GP Ansor Kabupaten Gresik Agus Junaidi Hamsyah mengatakan, jajaran Polres Gresik harus mengungkap pelaku pengeroyokan dan perampasan barang milik anggota Banser Kabupaten Gresik.

Baca Juga :  MEMBAYAKAKAN, Terbangkan Balon Udara Raksasa Bisa Bikin Mesin Pesawat Mati hingga Meledak

Menurut Agus, aksi kejahatan pengeroyokan sudah membuat masyarakat resah.
Sebab, masyarakat tidak bisa tenang jika bekerja pada malam hari.

Dimana, saat kejadian terjadi pada pukul 2.00 WIB dini hari. Padahal banyak pedagang yang ke pasar berbelanja untuk dijual kembali.

“Saya sudah laporan ke DPW Provinsi Jatim dan DPP GP Ansor, bahwa ada pengeroyokan terhadap anggota Banser. Sehingga, kami meminta kepada jajaran TNI dan Polri untuk meningkatkan keamanan di saat masyarakat diminta diam di rumah akibat pandemi virus corona,” kata Agus.

Agus mendeadline jajaran Polres Gresik untuk segera menangkap pelakunya.

“Kami minta deadline 3 kali 24 jam, kalau belum ketangkap, Banser akan turun menyisir.

Solidaritas korps Banser Gresik akan backup penuh pihak kepolisian dan korban,” katanya.

5. Polisi bergerak

Sementara, tim Reskrim Polres Gresik terus berupaya mencari pelaku pengeroyokan dan perampasan barang-barang berharga.

Tim Reskrim Polres Gresik masih mencari bukti-bukti yang bisa menunjukkan pelaku pengeroyokan.

“Kami masih analisa petunjuk-petunjuk yang ada untuk identifikasi pelakunya,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P Wijaya.

www.tribunnews.com