JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Darurat Corona, DPRD Sragen Hentikan Semua Agenda Kunjungan Luar Kota. Anggota Diimbau Tak Gelar Pertemuan Libatkan Lebih Dari 10 Orang!

Suparno. Foto/Wardoyo

loading...
Suparno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM DPRD Sragen memutuskan menghentikan semua agenda kunjungan kerja ke luar kota dalam beberapa waktu ke depan.

Kebijakan itu diambil menyusul situasi tanggap darurat wabah corona virus atau covid-19 yang jumlah kasusnya terus meningkat di Indonesia.

Ketua DPRD Sragen, Suparno mengatakan pihaknya sudah memutuskan untuk meniadakan semua agenda kunjungan kerja atau kunker ke luar kota. Hal itu sebagai upaya untuk menekan penyebaran corona virus yang tengah digencarkan pemerintah.

“Semua agenda luar kota DPRD, sementara kami hentikan. Mengingat situasi dan antisipasi penyebaran wabah corona virus,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (22/3/2020).

Penghentian agenda Kunker akan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Menurutnya selama situasi belum memungkinkan, kebijakan penghentian itu akan diberlakukan.

“Ini semata-mata untuk kepentingan yang lebih besar yakni menekan penyebaran corona virus. Mudah-mudahan segera mereda,” tuturnya.

Selain upaya social distancing melalui penghentian kunker, DPRD juga menginstruksikan semua anggota meniadakan kegiatan pertemuan yang melibatkan banyak orang atau lebih dari 10 orang.

Lantas sebagai antisipasi, kantor dan lingkungan DPRD juga disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan Sabtu (21/3/2020) kemarin secara serentak.

Baca Juga :  Nekat Mau Balik ke Jabodetabek, 10 Kendaraan Pribadi Asal Jatim Tertangkap Penyekatan Jalur di Sragen. Tanpa Ampun Langsung Diminta Pulang Lagi ke Daerah Asal

“Mulai besok, semua anggota juga diperbolehkan bekerja dari rumah alias diliburkan tidak ngantor,” imbuh legislator PDIP itu.

Di sisi lain, gerakan penyemprotan desinfektan secara serentak itu digelar Sabtu (21/3/2020) pagi ini dengan melibatkan semua elemen.

Kegiatan itu digencarkan sebagai upaya  untuk menekan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Bumi Sukowati.

“Pagi ini kita melaksanakan penyemprotan disinfektan di seluruh fasum dan fasos yang ada di Kabupaten Sragen. Mengingat keterbatasan material (disinfektan) yang kita miliki, hari ini yang kita utamakan adalah sekolah-sekolah terdekat, tempat ibadah dan juga fasilitas umum,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di sela penyemprotan di area alun-alun Sasana Langen Putro Sragen, Sabtu (21/3/2020).

Selain di Alun-Alun, penyemprotan dilanjutkan ke sekolah, tempat ibadah dan instansi yang ada di wilayah Sragen Kota.

Bersamaan itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di semua kecamatan juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disifektan di kantor dan wilayah kecamatan masing-masing.

Bupati menguraikan penyemprotan ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Meski begitu, Pemkab Sragen belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait pandemi Corona lantaran hingga kini memang belum ditemukan kasus positif corona di Sragen.

Baca Juga :  Hujan Air Mata, Bidan Sembuh dari Covid-19 asal Jambanan Sragen Disambut Bak Pahlawan. Mayoritas Warga Menangis Beri Sambutan di Sepanjang Jalan, Bu Bidan Langsung Sujud Syukur di Depan Pintu Rumah

“Sampai hari ini status di Kabupaten Sragen masih dalam keadaan kewaspadaan dan kedaruratan dan belum ada ditemukan pasien positif Covid-19 di Sragen. Kita berdoa semoga tidak ada warga Sragen yang tertular,” ujar Yuni.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan untuk penyemprotan di wilayah kota, disediakan 3.000 liter desinfektan pagi ini. Diperkirakan ada 40 titik sekolah, kantor, tempat ibadah dan lainnya yang disemprot pagi ini di wilayah kota.

“Satu sekolah butuh 75 tabung. Kita sediakan 3000 liter jadi kurang lebih 40an titik yang kita semprot pagi ini. Personelnya dari relawan, dari TNI Polri 75 orang dan dari para petugas Distan serta BPBD,” terangnya.

Terkait potensi penyebaran virus corona di lokasi perkumpulan, Pemkab mengimbau warga yang punya hajatan untuk kalau bisa ditunda dulu.

“Kalau nggak bisa ditunda, nyuwung tulung social distancing-nya dipersiapkan. Ya alat termometernya, ya jarak antar tamu diatur dan disiapkan hand sanitizernya juga. Semua itu untuk mengantisipasi,” tandasnya. Wardoyo