loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persebaran virus corona sangat massif dan memakan banyak korban. Terbukti, virus tersebut telah menginfeksi 337.000 orang di 194 negara.

Sebanyak 16.500 orang meninggal akibat menderita radang paru-paru, yang disebabkan virus ini seperti dilansir Johns Hopkins University.

Virus Corona ini menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina sejak Desember 2019. Cina sempat menjadi pusat penyebaran virus ini sebelum wabah ini juga menyebar ke Eropa dengan Italia menjadi pusat penyebaran di kawasan itu.

Lembaga kesehatan dunia atau WHO mengatakan Amerika Serikat bisa menjadi pusat atau epicenter global penyebaran virus Corona.

Baca Juga :  KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Ramadan dan Idul Fitri, Senilai Rp 62,8 Juta

Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan infeksi virus Corona di AS telah meningkat drastis seperti dilansir Reuters Selasa, 24 Maret 2020.

Dia mengatakan,”85 persen kasus infeksi baru virus Corona terjadi di Eropa dan Amerika Serikat dalam 24 jam terakhir. Dan 40 persen terjadi di AS.”

Hingga Senin, virus Corona telah menginfeksi 42.000 orang di AS dan menewaskan 559 orang.

“Kita sedang melihat akselerasi sangat besar kasus infeksi ini di AS. Jadi ada potensinya,” kata Harris saat ditanya apakah AS berpotensi menjadi pusat penyebaran baru virus Corona.

Sedangkan Iran menjadi pusat penyebaran virus Corona di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Masuki Era New Normal, DMI Imbau Salat Jumat Dilakukan 2 Gelombang

Sejumlah negara bagian di AS telah mengumumkan larangan publik ke luar rumah dan melakukan aktivitas bisnis serta perkantoran.

Namun, sebagian warga seperti di California justru masih berkeliaran di pantai dan taman-taman mengabaikan larangan itu hingga pekan lalu.

Presiden AS, Donald Trump, seperti dilansir Channel News Asia, telah mendeklarasikan negara dalam keadaan darurat sejak pertengahan Maret ini. Ini terjadi setelah virus Corona menyebar dengan cepat dan menewaskan ratusan warga.

Trump mengatakan dunia saat ini sangat membutuhkan masker dan alat bantu pernapasan atau ventilator.

“Pasar dunia untuk masker wajah dan ventilator menggila. Kami membantu negara-negara bagian untuk mendapatkan peralatan, tapi tidak mudah,” kata Trump lewat cuitan soal penanganan virus Corona.

www.tempo.co