JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Efek KLB Corona, Pasar Tradisional di Solo Mulai Sepi Pembeli

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak penyebaran virus corona yang semakin masif mulai terasa di sector ekonomi bawah. Salah satunya terlihat dari sepinya pengunjung di sejumlah pasar tradisional di Solo

Salah satu pedagang sayur di Pasar Legi, Simin mengatakan, dampak virus corona telah terasa sejak awal pecan ini. Perlahan namun pasti jumlah pengunjung di pasar mulai berkurang dan sekarang mancapai separo lebih.

“Pengurangan pembeli ada, 50 persen kurang lebih. Sekarang seperti itu dan kalau ini terus berlanjut ya bisa saja akan semakin banyak pengurangan pembelinya,” ujarnya, Sabtu (21/3/2020).

Menurut Simin, pedagang kecil seperti dirinya tidak bisa berbuat banyak karena berjualan merupakan pekerjaan utamanya. Dirinya juga tidak mungkin memutuskan untuk tidak berjualan karena pendapatan utama dirinya dari hasil dagang tersebut.

Baca Juga :  Kaget Saat Berpapasan di Jalan, Tiga Remaja di Solo Hajar Pegawai Ekspedisi dan Rusak Fasilitas Gerai

“Kalau mau di rumah, dapat duitnya dari mana. Ya dilakoni saja, sabar, smeoga semuanya cepat berlalu. Sebelumnya omzet per hari gitu bisa sampai Rp 1,5 juta. Sekarang Rp 500 ribu per hari saja sudah bagus,” tukasnya.

Pedagang sayur di Pasar Legi lainnya, Poniyem mengalami hal sama. Sebelum ada wabah corona, dalam sehari dirinya bisa menjual dalam hitungan kwintal. Namun mulai pekan ini, dirinya hanya mampu menjual dalam hitungan kilo saja.

Baca Juga :  Togog dan Katno, Rekan "Bisnis" Pencuri-Penadah Ini Akhirnya Dibekuk Reskrim Polsek Serengan Solo

“Harga kebutuhan sayur ini juga naik turun. Mau ndak kulakan ya besok yang mau dijual apa, kalau kulakan nanti takut busuk. Karena pembeli banyak berkurang. Jadinya ya tetap jualan tapi sedikit-sedikit persediannya. Karena kalau sayur itu kan mudah busuk kalau ndak laku,” tandasnya.

Di sisi lain, pengurangan jumlah pengunjung juga dialami mal-mal di Solo. PR The Park Mall, Christina Mawarti menyebutkan, pada weekend pertama penetapan status kejadian luar biasa (KLB) di Solo telah terjadi pengurangan pengunjung.

“Weekend tapi pengunjungnya seperti weekday. Jadi memang dampaknya terlihat sekali,” pungkasnya. Prihatsari