JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, 1.600 KK Warga Jenar dan Tangen Dipastikan Bakal Segera Nikmati Air Bersih PDAM Sragen. Jaringan Hampir Siap Terpasang, Jenar Tahun Ini Tangen Tahun Depan

Samuel Rudhianto. Foto/Wardoyo

loading...
Samuel Rudhianto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen melalui PDAM Tirto Negoro mengisyaratkan dua kecamatan yakni Tangen dan Jenar akan segera menikmati layanan air bersih dari PDAM.

Saat ini, hampir separuh jaringan pipa transmisi sudah terpasang dan tinggal tahap lanjutan yang akan dikerjakan di tahun 2020 ini. Sehingga ditargetkan sebelum akhir tahun 2020, layanan air bersih PDAM sudah bisa mengucur ke wilayah Sragen Utara itu.

Untuk tahap pertama Kecamatan Jenar disusul kemudian Kecamatan Tangen. Wilayah Tangen dan Jenar merupakan dua dari tiga kecamatan yang belum tersentuh pelayanan PDAM. Satu kecamatan lain adalah Miri.

Tipikal wilayah yang gersang dan minim sumber air menjadi kendala 3 kecamatan itu hampir bertahun-tahun baru bisa terpecahkan saat ini.

“Untuk Tangen dan Jenar sudah kita siapkan mulai 2018. Untuk sumber air bakunya sudah kita temukan dan kita ambilkan di luar wilayah itu, karena di situ nggak ada sumber air baku yang memenuhi kualitas,” papar Direktur Teknik PDAM Tirto Negoro Sragen, Samuel Rudhianto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (21/3/2020).

Progres terkini, di 2019, sudah terpasang jaringan pipa transmisi jenis HDPE sepanjang 2,4 kilometer menuju Jenar.

Baca Juga :  Kasus Ancaman Teror ke Petugas Medis di Sragen Resmi Diambil Alih Polres. Kapolres Sebut Sudah 4 Saksi Diperiksa Termasuk Korban

Pipa transmisi itu berdiameter 200 mm dari titik sumber air baku di Bolorejo sampai ke arah Jenar.

Kemudian di tahun 2020 ini, proyek akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa transmisi sepanjang 4,5 kilometer dari Bolorejo ke Jenar.

“Nanti ada perlintasan Sungai Bengawan Solo dengan bentangan sekitar 100 meter. Pipa yang dipakai kualitas HDPE dengan diameter 100 sampai 200 mm, ada juga yang 150 mm,” terangnya.

Dengan progres itu, nantinya tahun ini jaringan akan dipastikan sudah menjangkau wilayah Jenar. Untuk perpipaan dan jaringan, semua dibiayai sumber dana APBD sebesar Rp 5 miliar.

Rinciannya Rp 2,5 miliar di 2019 dan sisanya tahun ini. Samuel menguraikan dengan kesiapan dan progres itu, diharapkan sebelum akhir tahun jaringan sudah bisa terselesaikan dan layanan air untuk wilayah Jenar, sudah bisa teralirkan.

“Target kami sebelum September selesai dan sebelum akhir tahun, air sudah bisa sampai Jenar. Dengan sistem langsung dulu, belum pakai reservoir,” terangnya.

Samuel melanjutkan, untuk Kecamatan Jenar, PDAM menargetkan 1.600 sambungan rumah (SR) atau KK. Untuk tahap awal, diharapkan 700 KK dulu terlayani dan sisanya secara bertahap.

“Sosialisasi ke masyarakat sudah beberapa kali kita lakukan di Jenar. Masyarakat juga welcome. Untuk Tangen, nanti kami targetkan tahun depan. Kita bertahap karena menyesuaikan anggaran dan persiapan jaringan juga butuh biaya tidak sedikit,” terangnya.

Baca Juga :  Kasus Petugas Medis Diancam Via WA, Bupati Sragen Tegaskan Pemkab Siap Beri Pendampingan. Desak Polisi Usut Tuntas Pelakunya!

Terpisah, Ketua DPRD Sragen, Suparno menegaskan salah satu prioritas DPRD di Musrenbangkab tahun 2020 adalah mendorong pemerataan pelayanan air konsumsi untuk dua wilayah Sragen yang belum tersentuh pelayanan.

Dua kecamatan di Sragen Utara yang selama ini menjadi langganan setia droping air tiap kemarau itu adalah Jenar dan Tangen.

“Kami mengapresiasi kinerja PDAM dan kami dorong agar sesegera mungkin layanan untuk kecamatan yang belum tersentuh air bersih itu bisa dipercepat. Karena sumurnya sudah ada, reservoir sudah dan tinggal melengkapi jaringan perpipaan,” terangnya.

Selain cakupan pelayanan di PDAM, DPRD juga mendorong ekstensifikasi usaha di BUMD (badan usaha milik daerah). Hal itu diperlukan agar BUMD yang ada bisa memberdayakan atau menambah unit usahanya dengan tujuan mendongkrak pendapatan daerah.

“Harapan kami, kalau bisa menaikkan PAD itu dari menggali potensi BUMD dan memberdayakannya. Jangan sampai menaikkan retribusi apa pun yang bisa membebani masyarakat. Itu semangatnya DPRD,” tandasnya. Wardoyo