Beranda Daerah Sragen Kasus Balita Miskin Asal Sukodono Terancam Diamputasi, Pemkab Sragen Tegaskan Siap Bantu...

Kasus Balita Miskin Asal Sukodono Terancam Diamputasi, Pemkab Sragen Tegaskan Siap Bantu Penanganan Maupun Operasi. Kades Diminta Ajukan Surat, DKK Terjunkan Tim Telusuri Riwayat Penyakitnya!

Kondisi Samara Khumaira Mariba, balita 10 bulan yang mengalami pembengkakan bagian jari dan beberapa bagian tubuhnya. Foto/Wardoyo
Kondisi Samara Khumaira Mariba, balita 10 bulan yang mengalami pembengkakan bagian jari dan beberapa bagian tubuhnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen memastikan siap membantu pengobatan Samara Khumaira Mariba (10 bulan), balita asal Dukuh Dayu, Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen yang didera penyakit tumor di tangan dan terancam diamputasi.

Pemkab melalui Dinas Kesehatan Kabupaten juga sudah menerjunkan tim untuk mengecek kondisi balita malang putri pasangan Wanto (30)- Etik Susilowati itu.

“Hari ini tim Puskesmas sudah kami minta ngecek ke lapangan. Untuk memastikan bagaimana kondisinya dan kemungkinan penanganannya,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Sabtu (7/3/2020).

Perihal kemungkinan korban malpraktik karena pembengkakan mulai membesar dan menjalar usai disuntik dan diberi resep pribadi salah satu dokter di Solo, Hargiyanto mengaku belum bisa memastikan.

Pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu riwayat penanganan dan penyakit yang diderita balita tersebut. Namun ia menyebut kalau pengaruh obat hingga membuat benjolan tambah parah, kemungkinan amat kecil.

“Kita lihat dulu kondisinya dan bagaimana pendapat dokternya dulu. Kalau memang dari keluarga tidak mampu, nanti dari bupati pasti akan ada kebijakan untuk membantu,” terangnya.

Baca Juga :  Tagih Janji Infrastruktur ke Bupati Sigit Pamungkas, Kades Ngepringan Narso Mandi Air Lumpur di tengah Jalan Rusak Saat Warga Lalu Lalang

Senada, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan dari laporan yang diperolehnya, selama ini biaya perawatan di RSUD Sragen, hingga dirujuk ke Moewardi Solo dan kontrol rutin sudah ditanggung BPJS.

Namun jika memang kesulitan biaya untuk kelanjutan penanganan dan kondisinya benar-benar tidak mampu, Pemkab siap untuk membantu.

“Kalau memang ada biaya tambahan dan nggak nampu, silakan ajukan surat ke bupati. Kades harus sensitif jika ada kejadian seperti itu. Segera saja buat laporan ke bupati nanti kami akan bantu penanganannya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (7/3/2020).

Tatag menegaskan Pemkab akan memberikan prioritas bantuan apabila keluarga benar-benar tidak mampu. Secara proporsional, Pemkab akan membantu penanganan sampai sembuh.

Termasuk, apabila memang balita itu harus dilakukan operasi, Pemkab akan membantunya.

“Kalau benar keluarga miskin kami utamakan. Secara proporsional kami bantu pasien BPJS yang betul-betul dari KK miskin. Jika harus operasi untuk menyelamatkan atau jiwa anak itu, akan kami bantu. Pemkab nggak akan menafikan dan menutup mata,” tandasnya. Wardoyo

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.