JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Corona Karanganyar, Satu Warga Berstatus PDP Dirawat di RSUD, Dua Warga Dirujuk ke RSUD Moewardi

Ilustrasi penanganan pasien corona virus dalam simulasi penanganan corona. Foto/Wardoyo

loading...
Ilustrasi penanganan pasien corona virus dalam simulasi penanganan corona. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Karanganyar akhirnya angkat bicara soal kasus corona yang ada di Bumi Intanpari.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwanti, mengatakan sampai hari Jumat (20/03/2020) pukul 13.30 WIB, secara umum kondisi Karanganyar masih aman.

Istilah aman, menurutnya merujuk pada
kondisi karena sampai sejauh ini belum ada yang positif virus Corona di Karanganyar.

Namun, Purwanti mengakui saat ini ada satu warga Karanganyar yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Warga itu sudah menjalani perawatan di RSUD Karanganyar.

Baca Juga :  Karanganyar Tambah 3 Kasus Positif Covid-19 Baru, Bupati Tegaskan New Normal Tetap Berjalan Normal. Ungkap Satu Pasien Hasil Swabnya Berubah-Ubah!

Sedangkan dua warga yang juga sempat menjalani perawatan.

Mereka masing-masing warga Tangerang dan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Keduanya sudah dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, Solo.

“Warga Karanganyar dengan status PDP tersebut, kondisinya stabil. Tapi ada penyakit yang menyertai, yakni asma dan hypertensi. Kondisi saat ini sangat baik dan stabil,” ujarnya.

Untuk data ODP 32 orang yang tercantum dalam website htttp://corona.jatengprov.go.id/, Purwanti menjelaskan, dari 32 orang itu nerupakan orang atau warga Karanganyar yang baru pulang dari luar negeri atau dari wilayah terjangkit corona.

Baca Juga :  Kabar Buruk, 880 Calhaj di Karanganyar Dipastikan Gagal Berangkat Musim Ini. Seluruh Dokumen Ditarik Kembali, Ditunda Tahun Depan!

Dijelaskannya, dari 32 orang ini, 5 orang diantaranya masuk dalam kategori pemantauan. Sedangkan 27 orang sisanya masuk kategori pengamatan.

“Jadi ini adalah kewaspadaan dini petugas kami di daearah. Kalau ada keluhan, kita lanjutkan pemeriksaan. Kalau tidak ada keluhan kita anjurkan agar tidak kemana-mana,” urainya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, menurutnya, DKK telah memerintahkan bidan desa, dokter, klinik dan Puskesmas melakukan pengecekan dan pemantauan.

Pengecekan dan pantauan diarahkan jerhadap warga yang baru datang dari daearah terdampak. Wardoyo