JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pasien No 25 Virus Corona Meninggal di RSUP Sanglah, Jenazahnya Dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali

Ilustrasi virus. pixabay

DENPASAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pasien virus corona nomor 25 meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam jumpa pers pada, Rabu (11/3/2020).

“Pasien tersebut meninggal pukul 04.25 Wita di Ruangan Nusa Indah. Diketahui pasien tersebut berjenis kelamin wanita dan usianya 53 tahun. Pasien tersebut merupakan warga negara asing,” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Jenazah pasien, kata Made Indra, dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali, tadi siang pukul 12.30 Wita.

“Kebetulan suaminya berada di Bali, dari hasil komunikasi itu, disepakati pasien yang meninggal ini dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, tadi siang pukul 12.30 Wita,” tambahnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meledak, DPRD Karanganyar Tuding Pemkab Setengah Hati. Berkoar Minta Tegakkan Disiplin, Tapi Hajatan Abaikan Prokes Masih Dibiarkan Tanpa Tindakan!

Dijelaskan, pasien tersebut sudah berada di Bali sejak tanggal 3 Maret 2020 dan masuk RSUP Sanglah tanggal 9 Maret 2020.

Sementara itu, menurut juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, pasien tersebut tiba di Indonesia empat hari lalu.

Pasien sudah dalam kondisi buruk saat tiba di Indonesia, sehingga langsung dirawat di rumah sakit.

Dikatakan Made Indra, pasien merupakan rujukan salah satu rumah sakit swasta di Bali.

Baca Juga :  Berikut Daftar 20 Warga Sragen Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Sambirejo dan Sragen Kota Meledak Sumbang 14 Pasien!

Setelah masuk RSUP Sanglah, kemudian dilakukan tindakan sesuai prosedur yang sangat ketat.

Made Indra juga menambahkan, pasien ini didiagnosa menderita beberapa penyakit, seperti diabetes militus atau gula, darah tinggi, hipertiroid dan penyakit paru.

Karena pasien mengalami gejala virus corona Covid-19, maka dinyatakan dalam pengawasan virus corona Covid-19.

Saat ini Pemerintah Provinsi Bali sudah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien tersebut.

“Dikarenakan pasien ini berada dalam pengawasan, maka penanganan jenazahnya dilakukan sesuai dengan protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular,” imbuhnya.

www.tribunnews.com