loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seiring mewabahnya virus corona dan menghadapi Ramadan pada akhir April 2020 mendatang, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan rencana impor tiga komoditas pangan, yaitu daging sapi, bawang putih dan gula pasir.

Ketiganya disiapkan untuk menjamin ketersediaan stok dan harga bahan pangan di tengah meningkatnya penyebaran Virus Corona dan Ramadan pada akhir April 2020.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, impor harus dilakukan karena memang produksi dalam negeri belum mencukupi.

“Keadaannya tidak terhindarkan mengingat pemerintah ingin memastikan tidak ada kelangkaan menjelang puasa dan lebaran,” kata Syahrul dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca Juga :  Dianggap Pojokkan Pengemudi Ojek, Akhirnya Mendagri Revisi Aturan New Normal

Sebelumnya, beberapa komoditas pangan terpantau sudah mengalami kenaikan harga. Contohnya bawang putih yang sempat naik sampai Rp 80.000 per kilo. Tapi kini, harganya mulai turun. Giliran gula pasir yang harganya naik sampai Rp 20.000.

Adapun tiga komoditas yang disiapkan untuk impor yaitu, pertama, daging sapi atau daging kerbau sebanyak 290.000 ton.

Sedangkan kebutuhan daging sapi  sebesar 376.000 ton. Dengan tambahan produksi dalam negeri, maka pemerintah menjaga stok di angka 517.000 ton.

Kedua, impor gula pasir sebanyak 672.000 ton. Adapun kebutuhannya secara nasional mencapai 1,4 juta ton. Dengan tambahan produksi nasional, maka stok gula dipasang di angka 2,8 juta ton.

Baca Juga :  Analogikan Corona Dengan Isteri, Mahfud MD Dikecam Solidaritas Perempuan

Ketiga, impor bawang putih sebesar 196.000 ton untuk kebutuhan 291.000 ton. Maka dengan tambahan produksi lokal, stok komoditas ini diharapkan mencapai 288.000, tetap lebih rendah dari kebutuhan.

Meski ketiga komoditas itu harus diimpor, Syahrul menyebut delapan komoditas utama lain masih aman karena surplus.

Ke tujuhnya yaitu beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng.

“Masyarakat mohon agar tenang dan tidak perlu resah. Pasokan dan stoknya ada. Hitungan kami hingga Agustus masih cukup,” kata Syahrul.

www.tempo.co