JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sulap 52 Hektare Kebun Teh Kemuning Jadi Obyek Wisata Baru, Pemkab Karanganyar Gandeng PT Sari Kemuning. PT Sebut Bakal Konsultasi Dulu Dengan Kodam IV Diponegoro

Ilustrasi pembentangan bendera merah putih raksasa di Lembah Sumilir Kemuning, Karanganyar, Kamis (1/8/2019). Foto/Wardoyo

IMG 20190801 214828
Ilustrasi pembentangan bendera merah putih raksasa di Lembah Sumilir Kemuning, Karanganyar, Kamis (1/8/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggagas kerjasama dengan PT Sari Kemuning untuk pengelolaan kebun teh kemuning seluas 52 hektar menjadi destinasi wisata.

Perlu diketahui, Pemkab Karanganyar telah bekerja sama dengan PT Sari Rumpun Kemuning dalam pengelolaan wisata di kawasan tersebut.

“Kerjasamanya dalam bentuk BGS yakni Bangun, Guna dan Serahkan. Artinya, Pemkab Karanganyar melalui PD Aneka Usaha membangun kawasan wisata kebun teh tersebut. Kemudian setelah 35 tahun diserahkan ke PT Sari Kemuning lagi,” papar Kabag Pemerintahan Setda Karanganyar, Drs Ali Ghuron ditemui usai membicarakn teknis kerjasama tersebut.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Karyawati Tewas Mengenaskan Terseret Kereta Api 100 Meter di Perlintasan Pulesari Kebakkramat Karanganyar. Awalnya Nyelonong Nyebrang Lalu Bresss..

Dalam rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar, Sundoro.

Dia menambahkan selama 35 tahun tersebut, Pemkab memberikan kontribusi per hektar Rp 20 juta per tahun.

Pihaknya menawarkan Rp 20 juta tersebut setelah melakukan kejian mendalam dan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Namun, pihak PT Sari Kemuning akan melakukan konsultasi dengan Kodam IV Diponegoro.

“Dalam hal ini Pemkab dan Aneka Usaha akan menggandeng investor. Artinya investor tersebut dibawah kendali PD Aneka Usaha,” tambahnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Satu Warga Karanganyar Kembali Meninggal Terpapar Hari Ini. Jumlah Total Warga Meninggal Dunia Jadi 208 Orang

Lebih jauh, Ali Guhron mengatakan rencana pembangunan meliputi gardu pandang, jogeng trek, plaza, tempat parkir, souvenir, penginapan konsep alam, paralayang,  dan jembatan kaca.

Kawasan 52 hektar yang disewa tersebut, 40 hektar untuk pembangunan destinasi wisata.

Kemudian 12 hektar bekas galian C akan dipergunakan untuk agro wisata dalam rangka pemulihan habis penambangan.

Kondisi rusak dipulihkan dengan tidak membangun fisik ditempat tersebut dan lebih mengarah pada agrowisata.

“52 hektar itu meliputi Kemuning, Ngargoyoso dan Gumeng Kecamatan Jenawi. Potensi destinasi wisata yang luar biasa, “tambahnya. Wardoyo