loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARANEWS.COM – Meski presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menolak rapid test untuk anggota DPR dan memprioritaskan untuk tenaga medis, namun sikap salah satu anggota DPR RI, Krisdayanti ini mengundang kritikan dari netizen.

Hal itu terjadi setelah dia membagikan momen liburannya ke Swiss bersama keluarganya di akun Instagram.

Krisdayanti pun kebanjiran komentar negatif dari netizen hingga beberapa kolom komentarnya ditutup.

Netizen merasa Krisdayanti sebagai anggota DPR RI sangat tidak menunjukkan keprihatinannya kepada masyarakat Indonesia.

Krisdayanti juga dianggap tidak mematuhi imbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing dengan tidak bepergian ke luar rumah di tengah wabah virus corona di Indonesia.

Walaupun sudah pulang ke Indonesia pada Jumat (20/3/2020), Krisdayanti tak berhenti mendapatkan komentar pedas dari netizen.

Bahkan salah satu tenaga kesehatan bernama Yusuf, Spesialis Obstetri & Ginekologi (kebidanan dan kandungan) menyoroti hal tersebut dengan serius.

Yusuf menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Baca Juga :  Dugaan Pelanggaran Kode Etik oleh Pimpinan KPK, Dewas Terima 92 Surat Pengaduan

“Surat terbuka buat Presiden RI @jokowi, @bnpb_indonesia. Ditengah wabah corona. Pemerintah bersikap untuk memutus rantai penyebaran dengan rapid test masal,” tulisnya di Instagram @dokteryusuf.spog, Selasa (24/3/2020).

Dalam surat terbuka tersebut, Yusuf juga mengunggah foto keluarga Krisdayanti ketika berlibur di Swiss dengan dilengkapi tulisan

“Anggota DPR dan keluarga yang dapat hak istimewa rapid test corona”.

Sama seperti komentar dari netizen, Yusuf juga melihat bahwa apa yang dilakukan Krisdayanti sengaja mengunggah momen liburan bahagianya itu di tengah wabah corona.

“Menjadi kontradiksi dengan memberikan hak privilege buat wakil rakyat. Sementara di saat yang bersamaan si wakil rakyat sengaja mengeksposekan diri dengan virus di luar negeri?” tulisnya.

Sebagai tenaga medis, Yusuf mempertanyakan apakah hak istimewa itu adil untuknya dan rekan-rekannya yang berjuang di rumah sakit merawat pasien Covid-19 serta mempertaruhkan nyawa mereka.

“Apakah kebijakan ini memihak dengan kami yang berjuang di frontline dalam merawat pasien dirumah sakit rumah sakit indonesia? Ini adalah contoh kasus yang bisa membuka mata kita, di tengah wabah corona, anggota DPR RI, @krisdayantilemos, yang harusnya reses turun ke dapil, tapi pelesiran, selanjutnya dapat hak istimewa untuk rapid test screening?” tulisnya.

Baca Juga :  Memasuki Era New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Dilakukan Masyarakat

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa seluruh anggota DPR RI dan keluarganya akan melakukan rapid test Covid-19 menggunakan alat yang didatangkan dari Wuhan, Cina. 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa pembelian alat rapid test hal ini ditentang oleh berbagai pihak karena dinilai tidak memiliki empati terhadap rakyat.

Netizen pun lantas ikut mendesak Jokowi untuk menindak tegas anggota dewan yang kurang menunjukkan rasa empatinya kepada masyarakat.

“Pak @jokowi mohon dibaca. Kami juga rakyat kalau mau tes bayarnya sangat mahal 500 ribu untuk tes covid19, di masa sulit seperti ini, suami udah we eg ngojek krn harus di rumh. Eh mahal tes covid-19 mahal banget. Apakah anggota DPR juga bayar? dan kenapa harus diutamakan. Inikah yang dikatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pak @jokowi,” tulis akun @mirna_sriwahyuni.

www.tempo.co