JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Santri Ponpes Temboro Magetan Asal Bumiaji Gondang Dirapid Test, Warga Sempat Panik. Dewan Yakini Jumlah Santri asal Sragen Lebih dari 100 Orang

Camat Gondang, Catur Sarjanto. Foto/Wardoyo
Camat Gondang, Catur Sarjanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak tiga santri Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan asal Desa Bumiaji, Gondang, Sragen menjalani rapid test.

Mereka dirapid test menyusul informasi adanya kasus positif pada santri di Ponpes tersebut. Hal itu membuat masyarakat di Bumiaji Gondang sempat panik.

“Memang betul di Bumiaji terdapat santri dari Pondok Al Fatah Temboro Magetan yang pulang ke wilayah kami sehingga masyarakat sempat panik. Karena sebelumnya ada informasi di Pondok Temboro itu terdapat santri terkonfirmasi positif corona,” papar Camat Gondang, Catur Sarjanto ditemui di sela pendistribusian bantuan sembako dari DAPM Madani Gondang, Kamis (23/4/2020).

Terkait hal itu, sebagai bentuk antisipasi, pihaknya sudah memberikan penegasan kepada para santri yanh sudah pulang dan keluarganya agar melakukan karantina mandiri di rumah.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Ungkap Sejumlah Siswi SMP Korban Predator asal Mondokan, Sempat Menangis Saat Dipaksa Layani Hubungan Intim di Kuburan. Satu Siswi asal Tanon Bahkan Sempat Dicekik

Setelah diberi penjelasan, mereka bersedia melakukan karantina mandiri di rumah berikut keluarganya selama 14 hari.

“Kebutugan hidup selama 14 hari dicukupi dari dana desa. Alhamdulillah kita berikan pemahaman kepada keluarganya dan bisa memahami,” jelasnya.

Camat menambahkan, tiga santri itu juga sudah dilakukan rapid test. Sebagai antisipasi, pihaknya meminta keluarga yang anaknya masih di Ponpes Temboro, diimbau tidak menjemput dulu dan membiarkan mereka bertahan di pondok dulu.

“Mereka bersedia. Kemarin yang tiga santri itu kita perjuangkan, oleh anggota dewan kita lapor DKK dan sudah dilakukan rapid test,” terang Catur.

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan dari penyisiran sementara ada 8 santri Ponpes Temboro Magetan asal Sragen yang dirapid test.

Hasilnya ada satu santri yang positif hasil rapid testnya. Santri yang positif itu diketahui berasal dari Kecamatan Sambirejo.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Di sisi lain, anggota DPRD Sragen, Fathurrohman meminta Pemkab dan DKK segera bergerak menyisir dan mendata semua santri asal Sragen yang mondok di Ponpes Al Fatah Temboro. Sebab diyakini jumlah santri asal Sragen mencapai di atas 100 orang.

Mereka harus segera dilakukan pendataan dan rapid test untuk mendeteksi dini apakah tertular atau tidak.

“Kalau santri dari Sragen yang mondok di Ponpes Temboro itu banyak. Saya yakin di atas 100an orang. Makanya harus disisir dan ditelusuri, kalau perlu berkoordinasi dengan pihak Ponpes meminta datanya. Ini penting untuk melacak setiap santri yang mungkin sudah pulang tapi tidak terpantau,” tukasnya. Wardoyo