JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Mulai Hari Ini, Desa di Sumberlawang Sragen Ini Berlakukan Pengetatan 3 Jalur Masuk ke Desa. Disiapkan Pintu Pantau, Dijaga Ketat Petugas Untuk Periksa Semua Pendatang dari Luar Wilayah

Salah satu pintu masuk utama ke Desa Hadiluwih, Sumberlawang yang akan dijaga ketat oleh petugas dan disiagakan pos pantau untuk pencegahan covid-19. Foto/Wardoyo
Salah satu pintu masuk utama ke Desa Hadiluwih, Sumberlawang yang akan dijaga ketat oleh petugas dan disiagakan pos pantau untuk pencegahan covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya wabah corona virus membuat sejumlah desa di Sragen mulai menerapkan kebijakan pengetatan tamu dari luar wilayah.

Salah satunya Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Selain membentuk Satgas Covid-19, mulai hari ini, desa itu juga memutuskan memberlakukan pintu pantau di semua jalur pintu masuk desa.

Tiga pintu pantau itu akan dijaga ketat petugas Satgas Covid-19 untuk memantau dan memeriksa tamu dari luar wilayah yang hendak masuk ke desa.

“Mulai hari ini, kami akan berlakukan pintu pantau di tiga akses masuk desa. Yakni di jalur protokol sebelah utara desa, lalu di perempatan Bibis yang menjadi pintu masuk dari selatan dan barat, serta di perempatan Jetak yang menjadi pintu masuk dari arah timur,” papar Kades Hadiluwih, Sumberlawang, Kuswandi, Rabu (8/4/2020).

Di setiap pintu pantau itu, akan disiagakan petugas yang dilengkapi dengan peralatan deteksi dan pencegahan virus Covid-19.

Di antaranya alat pengukur suhu badan, alat semprot desinfektan dan hand sanitizer. Setiap tamu yang hendak masuk nantinya harus melalui screening oleh petugas terlebih dahulu.

Baca Juga :  Awas, Muncul Kasus Baru Covid-19 dari Klaster Keluarga di Beberapa Kecamatan di Sragen dan Makin Ganas. Di Mondokan Satu Orang Tulari 7 Orang Dekatnya, di Masaran 1 Warga Positif Tulari 9 Orang

“Setiap warga yang hendak masuk, utamanya dari luar wilayah, akan dicek suhunya, disemprot desinfektan dan diminta memakai hand sanitizer. Jika ada gejala, maka akan disarankan untuk memeriksakan diri ke bidan desa atau Puskesmas,” jelasnya.

Kades Hadiluwih, Kuswandi. Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, Kuswandi menguraikan selain pemberlakuan pintu pantau, pihaknya juga sudah membentuk Satgas Covid-19. Satgas itu beranggotakan semua Ketua RT, Posyandu dan Karang Taruna yang ada di semua dukuh.

Mereka bertugas mengidentifikasi atau mencatat semua pemudik atau pelaku perjalanan (PP) yang pulang ke kampung halaman di wilayah masing-masing.

Kemudian melakukan penyemprotan fasum fasos dan semua rumah di wilayah masing-masing serta memantau mereka selama 14 hari.

“Jadi setiap ada pemudik yang pulang, mereka akan cek ke rumah dan mendata. Lalu mengarahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Bila terjadi gejala mengarah Covid-19 maka akan dilakukan penanganan oleh bidan desa maupun Puskesmas,” terangnya.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 7 Pegawai RSUD Sragen Positif Covid-19. Dari Tukang Parkir hingga Satpam, Total Sudah 84 Pegawai dan Nakes Terpapar

Sementara untuk penyemprotan desinfektan sudah dilakukan rutin setiap Jumat dan sudah dua Jumat terakhir dilakukan berturur-turut.

Penyemprotan direncanakan akan digelar selama sebulan di setiap Hari Jumat. Kuswandi menambahkan total ada 25 RT di desanya yang menjadi sasaran penyemprotan desinfektan.

“Masing-masing RT kita beri 2 liter desinfektan setiap Jumat. Anggarannya dari dana desa. Penyemprotannya selain ke rumah warga, juga semua fasum fasos mulai dari musala, masjid, sekolah dari PAUD sampai SD,” tambahnya.

Kuswandi menambahkan sejauh ini belum ada kasus ODP maupun PP di desanya. Yang ada hanya pelaku perjalanan (PP) yang sejauh ini tercatat berjumlah 40 orang.

“Kemarin ada dua TKI yang pulang. Satunya dari Arab, satunya dari Singapura tapi sudah pertengahan Maret lalu sehingga sudah lolos pemantauan,” tandasnya. Wardoyo