JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Colomadu Zona Merah Corona, Dukuh Bolon Lockdown, Ini Penampakan Penutupan Jalan, Warga Wajib Cuci Tangan

Akses masuk ke Dukuh Bolon ditutup portal, dan bambu, Selasa, (14/4/2020). Foto: JSNews/Prabowo

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM – Penetapan Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar sebagai zona merah Covid-19 membuat masyarakat bereaksi cepat. Langkah antisipasi pun langsung dilakukan agar virus Corona tak semakin menyebar.

Salah satunya di Dusun Bolon, Desa Bolon yang resmi menerapkan sistem lockdown. Karantina itu bahkan sudah berjalan sejak tiga hari ini.

Dari pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , ada sekitar tujuh hingga delapan jalan masuk ke Dukuh Bolon yang ditutup portal, termasuk menggunakan bambu. Hanya satu akses jalan utama yang dibuka oleh Satgas Pandemi Covid-19 Bolon.

Namun, akses itu dijaga cukup ketat oleh petugas yang berasal dari warga sekitar. Hanya warga Dukuh Bolon yang boleh melintas dan wajib cuci tangan yang sudah disediakan di pintu masuk.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di 9 Provinsi Meroket Tajam, Semua Tempat Hiburan Malam, Karaoke dan Pusat Perbelanjaan Diminta Ditutup!
Akses masuk ke Dukuh Bolon ditutup portal, dan bambu, Selasa, (14/4/2020). Foto: JSNews/Prabowo

“Sementara untuk masyarakat luar yang ingin ke Solo atau Colomadu kita alihkan lewat jalan lain. Ini sebagai langkah antusipasi agar virus Corona tidak masuk ke wilayah kami,” kata salah satu petugas, Rahman saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (14/04/20).

Dia memaparkan, Dusun Bolon sendiri terdapat ratusan kepala keluarga (KK) dari 12 RT dan 2 RW. Keputusan lockdown berdasarkan hasil musyawarah masyarakat dan akan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

“Untuk petugas jaga memang dari warga kita sendiri secara bergiliran. Jadi perlaksanaan lockdown ini bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

“Selain warga Dukuh Bolon, yang boleh masuk adalah warga luar yang ingin berbelanja sayur. Itupun wajib menjalani protokoler seperti mengisi buku tamu dan pastinya cuci tangan,” tambah Rahman.

Selain Dukuh Bolon, lockdown rencananya juga dilakukan warga Perumahan Ngasem Baru. Saat ini warga tengah mendirikan posko pengawasan di pintu masuk utama perumahan. Prabowo