JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ekonomi Sulit Dampak Covid-19, Puluhan Warga Miskin di Sragen Dapat Berkah Bantuan Sembako Polda Jateng dan Pamter PSHT. Warga: Sembako Ini Menyelamatkan Kehidupan Kami!

Penyerahan bantuan sembako dari Polda Jateng bersama Pamter PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun kepada salah satu nenek di Ngledok, Sragen Kota, Selasa (21/4/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penyerahan bantuan sembako dari Polda Jateng bersama Pamter PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun kepada salah satu nenek di Ngledok, Sragen Kota, Selasa (21/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona virus atau covid-19 yang kian meningkat saat ini, memantik empati dari jajaran Polda Jateng dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun.

Wabah covid-19 yang meruntuhkan sektor ekonomi menengah ke bawah, berimbas membuat banyak warga kini dilanda kesulitan.

Berangkat dari fakta itu, Polda Jateng tergerak menggelar baksos pembagian paket sembako dengan menggandeng Pamter PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Selasa (21/4/2020).

Sedikitnya 40 warga tidak mampu dari wilayah Sragen Kota berkesempatan mendapat berkah bantuan paket sembako dan masker yang diprakarsai Polda Jateng tersebut.

Pembagian dilakukan di rumah salah satu warga di Kampung Ngledok, Sragen Kota dengan melibatkan para personel Pamter PSHT, Polsek Sragen, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perwakilan dari Polda Jateng.

Mewakili pihak Polda, Kapolsek Sragen, Iptu Mashadi mengatakan kegiatan baksos itu digelar sebagai wujud kepedulian jajaran Polda Jateng terhadap kondisi masyarakat yang saat ini terdampak pandemi covid-19.

Baca Juga :  Pengeringan Lahan di Sragen Diduga Jadi Tambang Mafia, Warga Sambungmacan Ungkap Ada Oknum DPU-PR Minta Rp 800 Juta. Ini Inisial Makelar Pengusaha dan Oknum Yang Menerima Setoran!

‘Hari ini ada 40 paket sembako yang dibagikan dari Polda Jateng bekerjasama dengan Pamter PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun. Bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak covid-16 dan bisa membantu kebutuhan mereka menjelang bulan puasa ini,” paparnya di sela kegiatan.

Mengingat protokol pencegahan covid-19, proses pembagian pun tetap digelar dengan mengindahkan aturan social dan physical distancing.

Jajaran Polda, Polsek Sragen, Babinsa dan Pamter saat berpose bersama usai pembagian sembako, Selasa (21/4/2020). Foto/Wardoyo
Jajaran Polda, Polsek Sragen, Babinsa dan Pamter saat berpose bersama usai pembagian sembako, Selasa (21/4/2020). Foto/Wardoyo

Yakni semua penerima diwajibkan cuci tangan, mengenakan masker dan penyerahan dilakukan dalam jarak aman.

“Kami juga mengimbau masyarakat tetap menaati aturan masyarakat yakni memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lebih baik di rumah jika tidak ada kegiatan,” tegas Iptu Mashadi.

Sementara, Sekretaris Pamter PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Gunawan Sumarsono mengapresiasi kepedulian Polda Jateng terhadap kondisi masyarakat yang diterpa pandemi covid-19 saat ini.

Mewakili PSHT, pihaknya juga berterimakasih atas kesediaan Polda Jateng yang tergerak melakukan kegiatan sosial untuk membantu warga Sragen.

Baca Juga :  Istri Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen Akhirnya Buka Suara. Bantah Penjemputan Paksa, Sebut Suaminya Datang Sendiri ke Polda Jateng

“Mudah-mudahan bisa bermanfaat membantu meringankan beban warga kurang mampu yang saat ini benar-benar membutuhkan,” tukasnya.

Selain pembagian sembako, dalam waktu dekat Pamter PSHT juga akan mendirikan posko pantau di wilayah Sragen. Posko itu digagas untuk membantu memantau kedatangan pemudik atau pelaku perjalanan (PP) yang masuk ke Sragen guna menekan penyebaran wabah covid-19.

‘Harapannya semoga dengan sinergitas bersama ini, wabah covid-19 bisa segera teratasi dan kehidupan bisa kembali normal seperti sedia kala,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga kurang mampu penerima bantuan, Suyadi (55) asal Sragen Kota, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya.

“Senang sekali Pak, dapat bantuan sembako. Karena sekarang ini benar-benar ekonomi sangat sulit. Aktivitas usaha juga berhenti, pendapatan nggak ada. Bantuan ini sangat membantu menyelamatkan kehidupan kami Pak. Sekali lagi matur suwun PSHT dan Polda,” tuturnya sembari menenteng kardus mie instan dan beras. Wardoyo