JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Event Tarkam Berhenti Total, Para Pelatih dan Atlet Volly Sragen Dapat Bantuan Sembako dari Demokrat. Total 800 Paket Dibagikan ke Struktur dan Warga Miskin

Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi saat menyerahkan paket sembako ke pelatih volly Popsi Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi saat menyerahkan paket sembako ke pelatih volly Popsi Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sragen membagikan 800 paket sembako kepada warga terdampak corona.

Selain ke warga tidak mampu, paket sembako juga diberikan kepada klub bola volly yang ikut berhenti dari semua aktivitas akibat wabah corona.

Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi mengatakan total ada 800 sembako yang dibagikan oleh DPC maupun ke 20 PAC.

“Tujuannya kita bagi ke struktur PAC dan DPC, juga masyarakat agar membantu mereka yang terdampak corona. Biar sedikit meringankan beban,” paparnya, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga :  Update Corona Sragen 13 Juli, 51 Kasus Positif, 22 PDP Meninggal Dunia, 1 PDP Dirujuk. Tinggal 9 Pasien Positif Dirawat, 41 Sembuh, Total 25 Warga Meninggal

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada pelatih klub volly Popsi Sragen, Nonot Hasto.

Budiono menyampaikan klub volly juga dibantu lantaran dari penelitian, salah satu aspirasi yang masuk bahwa pelaku olahraga juga salah satu elemen yang terkena dampak corona.

“Kalau driver ojol kan sudah umum. Nah kali ini ikut kita bantu dari klub volly. Paket sembako yang kita bagi ada beras, migor, gula, susu, dan mie instan. Ini wujud kepedulian Demokrat dan sebagai kelanjutan program Demokrat Lawan Corona,” tukasnya.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Pracimantoro, Pasien Positif Corona Asal Kecamatan Pracimantoro Wonogiri Meninggal Dunia

Nonot, pelatih volly Popsi Sragen mengakui sejak wabah corona, aktivitas latihan dan event tarkam sudah berhenti total.

Karenanya bantuan sembako itu dinilai sangat berarti di tengah kevakuman dan tiadanya penghasilan saat ini.

“Biasanya anak-anak ikut tarkam, tapi sejak wabah corona event-event tarkam dihentikan. Latihan juga sementara nggak ada. Makanya bantuan sembako ini sangat membantu kami untuk kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Wardoyo