Beranda Umum Nasional Gejala Munculnya Gelandangan Akibat Corona Mulai Terlihat di Jakarta

Gejala Munculnya Gelandangan Akibat Corona Mulai Terlihat di Jakarta

ilustrasi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gejala munculnya gelandangan sebagai akibat dari persebaran virus corona mulai terlihat di Kota Jakarta.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menemukan sejumlah pekerja terdampak wabah Corona, kini menggelandang di sejumlah titik di Kota Jakarta.

Wakil Direktur Direktorat Sosial dan Kebencanaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Norman Lianto mengatakan, mereka berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat; Jatinegara, Jakarta Timur; dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari pengakuannya kepada PSI, menurut Norman, warga terdampak wabah Corona itu didominasi pekerja harian di toko-toko, warung dan mal.

Mereka rata-rata anak perantauan dari pelbagai kota. Merebaknya corona di Jakarta mengubah nasib mereka jadi gelandangan.

“Dari ngobrol-ngobrol dengan mereka saat membagikan makanan, sebagian adalah pekerja harian yang tidak bisa lagi bayar kos sehingga harus menggelandang di emperan toko,” kata Norman kepada Tempo, Jumat (24/4/2020) malam.

Baca Juga :  JPPI: Januari 2026 Ada 1.242 Korban  Keracunan MBG, Tahun 2025-Awal 2026, Ada 21.254 Orang

PSI menjalankan aksi sosial sejak pemberlakuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Aksi berjalan serentak di seluruh Indonesia hingga kegiatan masyarakat berangsur pulih. Norman berujar, DPP PSI belum memperoleh informasi soal warga terdampak jadi tunawisma di daerah lain.

Sebelumnya, PSI menggelar aksi sosial membagikan makanan dan minuman kepada kelompok tunawisma di Jakarta. Juru bicara PSI, Sigit Widodo menuturkan, pihaknya bertemu tiga perantuan pada Kamis dinihari, 23 April.

Reza, Raka dan Fahmi adalah lulusan perguruan tinggi dari daerah yang bekerja di Ibukota. Baru beberapa bulan mengadu nasib di Jakarta, mereka dirumahkan akibat pandemi COVID-19 atau wabah Corona.

Baca Juga :  Pejabat Pajak Terlibat Suap Terancam Dipencilkan hingga Dirumahkan

Ketiganya tak lagi mampu membayar biaya sewa indekos sehingga terpaksa menggelandang di kawasan Tanah Abang.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.