JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisahnya Viral, Tukang Rosok asal Karangmalang Sragen Yang Tertangkap Nyuri Padi Untuk Makan, Langsung Terima Bantuan dari Kadinsos. PMI dan Donatur Yang Iba Juga Bantu Sembako

Joglosemarnews.com saat menyerahkan bantuan beras dan mi instan dari donatur kepada Sumardi, tukang rosok asal Pelemgadung, Karangmalang yang tertangkap mencuri padi di Karanganyar namun dilepaskan karena tak punya uang untuk beli beras, Jumat (24/4/2020). Foto/Istimewa
JOGLOSEMARNEWS.COM saat menyerahkan bantuan beras dan mi instan dari donatur kepada Sumardi, tukang rosok asal Pelemgadung, Karangmalang yang tertangkap mencuri padi di Karanganyar namun dilepaskan karena tak punya uang untuk beli beras, Jumat (24/4/2020). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kisah Sumardi (41) warga Dukuh Pondok RT 11, Pelemgadung, Karangamalang Sragen yang tertangkap mencuri padi di sawah wilayah Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (21/4/2020) mendadak viral.

Aksi mencuri padi yang dilakukan pria berprofesi tukang rosok itu justru berbuah empati karena pengakuannya yang membuat korban dan polisi berbalik iba.

Bapak dua anak itu pun akhirnya dilepas setelah mengaku nekat mencuri karena tak bisa lagi membeli beras akibat dampak corona. Bukan dipenjara, Sumardi justru dilepaskan dan dibantu sembako oleh Kasat Reskrim Polres Karanganyar.

Setelah kisahnya ramai di media sosial, Sumardi langsung mendapat bantuan dari beberapa pihak. Saat ditemui di rumahya Jumat (24/4/2020), ia mengaku sudah ada beberapa pihak yang datang memberikan bantuan.

Baca Juga :  Bikin Deg-Degan, Kabar Terbaru dari Saiful Hidayat Soal Peluang Pasangan Sukiman-Iriyanto Daftar ke KPU. Perpanjangan Pendaftaran Akan Ditutup Besok Pukul 24.00 WIB!

“Kemarin dari Dinsos, Pak Kepala Dinsos juga datang ngasih bantuan. Lalu dari PMI juga ngasih bantuan sembako,” kata Sumardi didampingi istrinya, Anik (35) dan anak bungsunya yang masih berusis 3 tahun.

Sumardi tinggal bersama mertuanya di rumah berdinding papan dan berkonstruksi seadanya khas warga kurang mampu.

Saat ditanya kenapa nekat mencuri padi di sawah, ia mengaku tidak ada pilihan lain karena tak punya uang lagi untuk membeli beras.

Pendapatannya mencari rosok anjlok sejak jalan-jalan kampung di lockdown atau ditutup selama wabah corona melanda.

“Sebenarnya ya takut, tapi gimana lagi. Nggak ada ekonomi. Nggak bisa kerja, jalan-jalan ditutup, nggak bisa nyari rosok lagi. Malam itu saya nyuri padi dapat setengah kresek sak batangnya. Waktu dibawa di kantor polisi, saya bilang terus terang padi itu untuk makan,” katanya.

Baca Juga :  Curhat Sukiman Usai Gagal Daftar ke Pilkada Sragen. Ungkap Perjuangan 10 Hari Rela Bertahan di Jakarta Demi Kejar Rekom, Ternyata Semua Ikhtiar Berakhir Sia-Sia
Kepala Dinsos Sragen, Joko Saryono menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga Sumardi, Kamis (23/4/2020). Foto/Wardoyo

Dia juga mengaku berterimakasih kepada pemilik padi dan polisi di Karanganyar yang memaafkannya.

Sementara, hari ini tadi, JOGLOSEMARNEWS.COM juga berkesempatan menyerahkan bantuan sembako berupa beras 25 kg dan satu karton mi instan.

Bantuan tersebut berasal dari donatur yang tergerak memberi donasi karena iba setelah membaca berita soal Sumardi.

“Matur Suwun Mas,” ujar Sumardi didampingi istri dan mertuanya.

Kepala Dinsos Sragen, Joko Saryono membenarkan telah menyambangi rumah Sumardi dan menyerahkan bantuan sembako.

Dia juga mengatakan bahwa Sumardi pernah diberi bantuan kambing satu ekor pada 2015 dari Dinsos.

“Tadi sudah kami datangi dan kami berikan sembako,” terang Joko. Wardoyo