JOGLOSEMARNEWS.COM Panggung Artis

Lokananta, Sepotong Kenangan dalam Sejarah Glenn Fredly

Suatu ketika, penyanyi Glenn Fredly pernah tampil di Harmoni Pasar Klewer di halaman Balai Kota Solo, tepatnya Minggu (5/8/2018) dini hari / tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musisi kenamaan di tanah air, Glenn Fredly memiliki kenangan manis dan mengukir sejarah kariernya saat berada di Solo sekitar tahun 2012 silam.

Pada saat itu, musisi yang dikenal telah banyak menelurkan sejumlah lagu-lagu cinta hits di dunia musik Indonesia tersebut merekam ulang 11 lagu hits miliknya di Lokananta, sebuah studio rekaman yang bersejarah di Indonesia.

Lokananta yang memiliki nama resmi pertama ‘Pabrik Piringan Hitam Lokananta Jawatan Radio Kementerian Penerangan Republik Indonesia’ itu, berdiri sejak 1956.

Dalam menggarap ke-11 lagu hits-nya tersebut, ia menggandeng band The Bakucakar.

Asisten Manajer Marketing Lokananta, N Andi Kusuma mengatakan ke-11 lagu tersebut direkam ulang dalam rangka perayaan 17 tahun perjalanan karier penyanyi Solo itu di belantika musik Indonesia.

“Memang benar, ceritanya membuat lagu untuk merayakan 17 tahun perjalanan karier beliau,” kata Andi, Rabu (8/4/2020) malam.

“Itu dilakukan kurang lebih antara tahun 2011 atau 2012,” imbuhnya membeberkan.

Terhubungnya Glenn dengan Lokananta berawal dari konser pelantun ‘Januari’ itu di The Sunan Hotel Solo.

Adapun hotel bintang tersebut berada tepat di depan Lokananta.

“Dulu ada konser di The Sunan Hotel, setelah selesai beliau penasaran dan mampir ke Lokananta,” tutur Andi.

Glenn, pria kelahiran 30 September 1975 itu terkesima dengan kualitas studio rekaman yang ada di Lokananta.

“Ia ingin lihat studio baru, dan saat lihat pertama kali, langsung booking untuk buat album itu,” kata Andi.

“Dia sempat bilang, Tuhan Jesus masih ada studio kayak gini?” tambahnya menirukan suara Glenn.

Seiring berjalannya waktu, proses rekam ulang lagupun berlangsung tak kurang dari sepekan.

Hasilnya, menelurkan sebuah album bertajuk ‘Live at Lokananta’.

“Proses rekaman lagunya berlangsung selama 4 sampai 5 hari, dalam bentuk DVD dan bisa disaksikan di channel Youtube,” tutur Andi.

Andi mengungkapkan album itu memiliki suatu cita rasa yang khas karena proses rekaman dilakukan secara live.

“Permainan di album itu dilakukan secara live session, kan kalau rekaman biasa satu-satu, drum dulu, gitar dulu, ini tidak semua barengan,” ungkap dia.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Cerita Yan Vellia, Istri Didi Kempot, soal Dory Harsa: Dikeluarkan dari Grup Musik Lare Jawi dan Sang Maestro Sempat Kecewa