JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Usai Tangani 24 PDP Corona dan 3 Pasien Positif, 30 Tenaga Medis RSUD Dr Adhyatma Semarang Jalani Rapid Test. Beginu Hasilnya!

Foto/Humas Jateng

loading...
Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 30 tenaga medis RSUD Dr Adhyatma (Tugurejo) Semarang, dinyatakan negatif Covid-19.

Hasil itu diperoleh setelah manajemen rumah sakit melakukan tes cepat (rapid test) pada petugas kesehatan yang merawat pasien dalam perawatan (PDP) karena virus Corona.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD Dr Adhyatma (Tugurejo) Haryadi Ibnu Junaedi, Senin (6/4/2020) siang. Menurutnya, hasil itu menggembirakan.

“Rapid test kami dapat jatah 30 (unit). Kami prioritaskan dulu pada tenaga kesehatan yang merawat PDP. Alhamdulillah negatif semua,” tuturnya, setelah menerima bantuan makanan bergizi dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Senin (6/4/2020).

Haryadi menyatakan, pihaknya masih menunggu adanya tambahan alat tes cepat dari Pemprov Jateng. Jika ditambah, akan diprioritaskan bagi orang dalam pengawasan (ODP).

Baca Juga :  KDRT di Semarang Tetap Mengintai saat Pandemi, Sejak Januari Segini Jumlah Wanita yang Jadi Korban

“Paling pas untuk mereka yang ODP. Jika positif mereka akan dirawat sesuai prosedur medis. Jika negatif, mereka tetap harus mengisolasi diri di rumah,” terang Haryadi.

Hingga saat ini, rumah sakit tersebut telah merawat 24 PDP Covid-19. Tiga orang di antaranya dinyatakan positif. Yang hingga kini masih mendapat perawatan, ada tujuh orang PDP dan seorang positif terinfeksi NCoV.

Untuk perawatan, pihaknya telah menyiapkan delapan ruang khusus. Jika kasus bertambah, sebuah bangsal telah disiapkan. Pihaknya juga telah membagi rumah sakit menjadi tiga zona, yakni merah, kuning dan hijau.

Pada zona merah, petugas medis wajib memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Baca Juga :  Ganjar Sebut Kepedulian Jadi Pondasi Sambut New Normal, Skenario untuk Sekolah Terus Dimatangkan

“Saat ini ada delapan ruang isolasi, per ruang muat satu orang. Kalau ada lonjakan bisa dibikin dua orang per ruang. Ketika ada kasus banyak kami sudah sediakan bangsal untuk merawat PDP dengan gejala ringan,” imbuhnya.

Selain rapid test, rumah sakit Tugurejo juga masih melayani identifikasi gejala Covid-19, melalui pos kesehatan. Posko tersebut didirikan dengan tujuan memberi edukasi dan melakukan deteksi dini orang yang terduga mengidap penyakit tersebut. Ia menyebut, pos tersebut melayani warga secara gratis, mulai Senin-Jumat.

“Sekarang yang berkunjung ke Poskes sekitar 40 orang per hari. Di sana warga akan diberi edukasi mengenai social distancing, memakai masker yang benar dan sebagainya,” pungkas Haryadi. Edward