JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

MUI: Keputusan Tak Mudik Saat Pademi Corona Miliki Keutamaan Luar Biasa Lebihi Jihad

Ilustrasi mudik. tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi mengatakan masyarakat yang memilih untuk tidak mudik di tengah pandemi Corona, adalah pilihan mulia.

“Karena kita akan menyelamatkan saudara kita. Dengan menyelamatkan saudara kita dari risiko penularan, ini memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan lebih dari jihad,” ujar Abdullah melalui konferensi pers daring, Kamis, 23 April 2020.

Akibat angka kasus positif Covid-19 terus meningkat, Presiden Joko Widodo kemudian mengambil kebijakan dengan melarang masyarakat untuk mudik . Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan larangan mudik bagi seluruh masyarakat resmi mulai berlaku pada Jumat besok, 24 April 2020, guna mencegah penularan virus corona di berbagai daerah.

Baca Juga :  Banyak Muncul Klaster Keluarga, Epidemiolog UI Sebut Isolasi Mandiri Tak Mampu Putus Rantai Penularan Covid-19

Menurutnya ada sejumlah sanksi yang disiapkan pemerintah bagi yang melanggar larangan. “Peraturan ini mulai 24 April pukul 00.00 WIB sampai 31 Mei untuk transportasi darat,” kata Adita melalui konferensi pers daring pada Kamis, 24 April 2020.

Baca Juga :  Setelah 19 Hari Dirawat Karena Covid-19, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Diperbolehkan Pulang, Masih Isolasi Mandiri

Adita mengatakan sanksi pada tahap awal mengedepankan tindakan persuasif. Tahap 24 April-7 Mei, pelanggar akan diarahkan untuk berputar arah. Kemudian, pada tahap 7-31 Mei, pelanggar diminta putar arah dan juga diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Namun, peraturan tersebut tidak berlaku bagi angkutan logistik, obat, mobil jenazah, dan ambulans. Dan, mulai malam ini semua unsur terkait akan turun ke ke lapangan,” ucap Adita.

www.tempo.co