JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tensi Tinggi, 28 Prajurit Kodim Sragen Batal Donorkan Darahnya. Sebanyak 56 Prajurit Berhasil Sumbangkan Darah Untuk Tambah Stok PMI

Kegiatan donor darah di Kodim 0725/Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kegiatan donor darah di Kodim 0725/Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menyikapi stok darah di PMI Sragen yang menipis, para prajurit jajaran Kodim 0725/Sragen dikerahkan untuk menyumbangkan darah mereka.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respon kepedulian terhadap adanya wabah pandemi Covid – 19 yang membuat stok darah berkurang khususnya di wilayah Sragen.

Dandim 0725/Sragen, Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan bahwa kegiatan donor darah itu digelar sebagai jawaban atas keluhan dari PMI Sragen atas menipisnya stok darah.

Selain itu, donor darah itu juga sebagai wujud pengabdian, bhakti serta tanggung jawab TNI terhadap rakyat, bangsa dan NKRI dalam merespon situasi yang berkembang.

Baca Juga :  3 Warga Sragen Positif Covid-19 Berhasil Sembuh dan Dibolehkan Pulang. Salah Satunya Tenaga Medis Putri Pegawai SMKN 1 Kedawung, Total 63 Pasien Sembuh

“Pelibatan anggota dalam kegiatan donor darah ini adalah secara sukarela. Kami menawarkan kepada prajurit dan PNS yang dalam kondisi sehat untuk berpartisipasi, implentasi sikap sadar secara mandiri untuk berbuat ikhlas lebih kami kedepankan dalam setiap kegiatan Bakti sosial yang kami laksanakan,” papar Dandim.

Petugas dari PMI Sragen, Ari Handayani mengatakanstok darah di PMI Sragen secara keseluruhan masih aman. Namun stok berkurang sekitar 40%, dikarenakan ada acara donor di wilayah banyak yang ditunda karena mentaati aturan pemerintah untuk tidak berkumpul dalam jumlah diatas 5 orang guna memutus rantai penyebaran virus covid 19.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 6 Warga Sragen Positif Covid-19 Kembali Sembuh. Dua Orang Asal Tanon Termasuk Bocah 12 Tahun dan 2 Pasien Klaster Pasar Geyer Grobogan asal Gemolong

“Yang meminta diundur dari pihak pendonor bukan dari PMI, kalau PMI siap setiap saat bahkan kami melayani jemput bola minimal 10 pendonor,” katanya.

Dari hasil rekapitulasinya, untuk pendaftar berjumlah 84 orang sedangkan yang layak diambil darahnya sebanyak 56 orang. Sedangkan yang tidak bisa diambil sebanyak 28 orang dikarenakan HB kurang dan tensi tinggi. Wardoyo