JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tensi Tinggi, 28 Prajurit Kodim Sragen Batal Donorkan Darahnya. Sebanyak 56 Prajurit Berhasil Sumbangkan Darah Untuk Tambah Stok PMI

Kegiatan donor darah di Kodim 0725/Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20200408 WA0022
Kegiatan donor darah di Kodim 0725/Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menyikapi stok darah di PMI Sragen yang menipis, para prajurit jajaran Kodim 0725/Sragen dikerahkan untuk menyumbangkan darah mereka.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respon kepedulian terhadap adanya wabah pandemi Covid – 19 yang membuat stok darah berkurang khususnya di wilayah Sragen.

Dandim 0725/Sragen, Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan bahwa kegiatan donor darah itu digelar sebagai jawaban atas keluhan dari PMI Sragen atas menipisnya stok darah.

Selain itu, donor darah itu juga sebagai wujud pengabdian, bhakti serta tanggung jawab TNI terhadap rakyat, bangsa dan NKRI dalam merespon situasi yang berkembang.

Baca Juga :  Bejat dan Biadab, Pria di Sukodono Sragen Tega Perkosa Siswi SD Tetangganya Sampai Kesakitan. Korban Diperkosa Sambil Dipaksa Nonton Video Begituan

“Pelibatan anggota dalam kegiatan donor darah ini adalah secara sukarela. Kami menawarkan kepada prajurit dan PNS yang dalam kondisi sehat untuk berpartisipasi, implentasi sikap sadar secara mandiri untuk berbuat ikhlas lebih kami kedepankan dalam setiap kegiatan Bakti sosial yang kami laksanakan,” papar Dandim.

Petugas dari PMI Sragen, Ari Handayani mengatakanstok darah di PMI Sragen secara keseluruhan masih aman. Namun stok berkurang sekitar 40%, dikarenakan ada acara donor di wilayah banyak yang ditunda karena mentaati aturan pemerintah untuk tidak berkumpul dalam jumlah diatas 5 orang guna memutus rantai penyebaran virus covid 19.

Baca Juga :  Kecelakaan Adu Banteng Tiger Plat K VS Honda Beat di Jalur Jeglongan Sewu Kalijambe Sragen. Terlalu Bermanuver, Tiger Malah Gelagapan Lalu Gasak Pemotor Cewek Hingga Patah Punggung Tangan

“Yang meminta diundur dari pihak pendonor bukan dari PMI, kalau PMI siap setiap saat bahkan kami melayani jemput bola minimal 10 pendonor,” katanya.

Dari hasil rekapitulasinya, untuk pendaftar berjumlah 84 orang sedangkan yang layak diambil darahnya sebanyak 56 orang. Sedangkan yang tidak bisa diambil sebanyak 28 orang dikarenakan HB kurang dan tensi tinggi. Wardoyo