JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Update Terbaru Corona Karanganyar Hari Ini. Jumlah ODP Tambah 14 Orang Jadi 815, Jumlah PDP Tambah 2 Jadi 14 Orang

Data kasus covid-19 Karanganyar, Senin (6/4/2020). Foto/Wardoyo
Data kasus covid-19 Karanganyar, Senin (6/4/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona virus di Karanganyar masih ada peningkatan meski grafik penambahan relatif mulai melamban.

Data terbaru, hingga Senin (6/4/2020) malam, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) corona virus dan pasien dalam pengawasan (PDP) masih mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dilansir dari website resmi penanganan covid-19 Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id, hingga Senin (6/4/2020) malam, jumlah ODP tercatat sebanyak 815 orang, bertambah 14 orang dari sehari sebelumnya.

Dari total komulatif 851 ODP, sudah 36 ODP dinyatakan lolos pemantauan 14 hari.

Sementara, jumlah pasien PDP bertambah lagi dua orang namun yang dirawat tinggal 14 orang pada hari ini.

Baca Juga :  Tak Main-Main, Polres Karanganyar Sikat 110 Motor Pakai Knalpot Brong Nan Meresahkan. Awas, Kapolres Sebut 16 Motor Mencurigakan dan Diduga Terkait Kejahatan!

Pasalnya ada 12 pasien PDP yang sebelumnya dirawat di RSUD Karanganyar, dinyatakan berhasil sembuh.

Kemudian, hingga kini angka kasus positif covid 19 di Bumi Intanpari masih menunjukkan angka nihil alias belum ada yang positif dan angka kasus meninggal masih kosong.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Pemkab tak bisa menolak kepulangan pemudik. Meski begitu, ia berharap para pemudik juga sadar diri dengan mau menaati aturan melapor, memeriksaan ke Puskesmas dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Baca Juga :  Dianggarkan Sejak 2019, Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Belum Juga Dimulai. Proyek Halaman Satreskrim Senilai Rp 400 Juta Harus Ditender Ulang, Ada Apa Gerangan?

Dengan begitu, maka tidak akan ada persepsi jika kepulangan pemudik identik menyebarkan corona virus.

“Dengan melapor, maka mereka akan bisa dipantau kondisinya oleh petugas medis. Sehingga masyarakat tidak terganggu psikologinya, dan  tidak merasa khawatir dengan kepulangan pemudik seolah-olah membawa covid-19,” tukasnya.

Bagi pemudik yang masuk dengan kendaraan pribadi, diharapkan segera melapor ke perangkat desa masing-masing. Kemudian segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Bagaimanapun mereka sudah berada di wilayah kita ya harus kita terima. Kita akan terus pantau, agar tidak bergerak kemana mana dulu untuk  menyelamatkkan semuanya,” tandasnya. Wardoyo