JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

84 Pengunjung dan Petugas di Mall Luwes, Mitra dan Matahari Sragen Dirapid Test Mendadak. Sejumlah Pengunjung Sempat Ketakutan, Hasilnya Mengejutkan!

Para petugas dan pengunjung di Mall Luwes Sragen saat dirapid test, Jumat (22/5/2020). Foto/Wardoyo

loading...
Para petugas dan pengunjung di Mall Luwes Sragen saat dirapid test, Jumat (22/5/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menggelar rapid test secara mendadak di tiga pusat perbelanjaan di wilayah Sragen Kota, Jumat (22/5/2020).

Sebanyak 84 petugas dan pengunjung di tiga swalayan terbesar di Bumi Sukowati, diambil sampel darahnya untuk rapid test.

Rapis test dilakukan tim DKK Sragen dan dipantau langsung oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sekda Tatag Prabawanto dan sejumlah pejabat Muspida.

Rapis test diawali dari Mall Luwes. Di swalayan ini, sejumlah pengunjung ketakutan ketika diminta secara sampling untuk dirapid test.

Bahkan bupati sampai harus mengeluarkan hadiah kepada pengunjung yang mau mengikuti rapid test. Setelah diiming-imingi hadiah, barulah beberapa pengunjung berebutan mau dirapid test.

Selain pengunjung, petugas di mall seperti tukang parkir, kasir dan pelayan juga ikut dirapid. Setelah dari Luwes, tim bergerak melakukan rapid test di Matahari swalayan.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Dinkes Solo Tolak Rapid Tes dan Tes Swab untuk Pemudik, Ini Alasannya

Di sini pengunjung relatif lebih berani dan sebagian berinisiatif untuk secara sukarela ikut dirapid. Kemudian sejumlah petugas dan pelayan toko juga menjalani rapid test serupa.

Lokasi terakhir adalah Toserba Mitra. Total ada 84 orang yang dirapid test dari ketiga mall tersebut.

Kepada wartawan, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan dengan rapid test itu diharapkan bisa menjadi sampling mencerminkan ada tidaknya perubahan perilaku dari masyarakat terkait kampanye yang sudah gencar dilakukan selama ini.

“Seperti perilaku hidup bersih sehat, pakai masker, kemudian jaga jarak dan physical distancing serta tidak berkerumun,” ujar bupati.

Baca Juga :  Siap-siap, 2.500 Warga Sragen di 20 Kecamatan Bakal Dirapid Test Massal Pasca Lebaran. Bupati Sebut Salah Satu Prioritasnya Adalah Kelompok Ini!

Menurutnya, rapid test itu digelar sebagai salah satu upaya Pemkab untuk mengetahui kondisi riil yang ada di Sragen. Dari hasil sampling itu nantinya akan bisa akan bisa diprediksi jumlah kasus positif di Sragen.

Hasil ini juga untuk mengetahui apakah kampanye yang selama ini dilakukan pemkab sudah efektif dalam menekan penyebaran virus Corona.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh terhadap anjuran pemerintah.

“Seperti disiplin memakai masker, melakukan perilaku hidup bersih sehat, jaga jarak dan tidak berkerumun,” tandasnya.

Sementara, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menambahkan sampel darah itu kemudian dicek di Labkesda Sragen.

Dari laporan tim DKK, tadi sore, dari 84 yang menjalani rapid test, hasilnya nonreaktif alias negatif covid-19. Wardoyo