JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kreatif di Tengah Pandemi, Karang Taruna di Kedungwaduk Sragen Kompak Sulap Lapangan Voli dan Sejumlah Pekarangan Jadi Lahan Sayuran. Ditanami Berbagai Sayur, Hasilnya Dibagikan untuk Warga

Para pemuda karang taruna dan tokoh di Dukuh Sidodadi, Kedungwaduk, Karangmalang Sragen saat menyemai benih bayam dan aneka sayuran di lahan bekas lapangan volli yang disulap untuk lahan sayuran yang akan dibagi gratis demi membantu meringankan warga di tengah pandemi covid-19, Minggu (31/5/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Para pemuda karang taruna dan tokoh di Dukuh Sidodadi, Kedungwaduk, Karangmalang Sragen saat menyemai benih bayam dan aneka sayuran di lahan bekas lapangan volli yang disulap untuk lahan sayuran yang akan dibagi gratis demi membantu meringankan warga di tengah pandemi covid-19, Minggu (31/5/2020). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi corona virus atau covid-19 memang memantik keprihatinan banyak pihak. Merosotnya pendapatan dampak pembatasan aktivitas memicu rendahnya daya beli masyarakat.

Hal itu memicu keprihatinan tersendiri salah satunya di Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang. Karang Taruna Tunas Muda di Dukuh Sidodadi desa ini, berinisiatif membuat lahan sayur untuk warga.

Belasan pemuda dan tokoh di dukuh itu turun tangan untuk membuat lahan sayuran dengan memanfaatkan pekarangan warga yang kosong, Minggu (31/5/2020).

Salah satunya lapangan bola volli di RT 16 yang terpaksa dibongkar untuk ditanami sayur-sayuran.

“Sementara lapangan vollinya kan nggak kepakai selama pandemi covid-19 jadi kita bongkar untuk ditanami bibit sayuran. Ada bayam, kangkung, sawi dan kemangi. Nanti kita tanami tanaman obat keluarga juga. Ini tadi semua karang taruna dan pemuda di Dukuh Sidodadi kerja bhakti mencangkul dan membuat lahan sampai menyemai bibit sayurannya,” papar Ketua Karang Taruna Tunas Muda Sidodadi, Cahyo Pramono di sela kegiatan.

Ia menuturkan lapangan volli itu hanya satu dari sekian titik yang dijadikan lahan sayuran. Ada pekarangan di gang sebelah yang lebih dulu sudah direkrut oleh karang taruna untuk ditanami sayuran.

Menurutnya, nantinya ada sekitar 4 titik di RT 16 dan RT 17 yang akan dijadikan lahan serupa tentunya atas seizin pemilik pekarangan.

Baca Juga :  Bukan Bunuh Diri, Kapolsek Ungkap Penyebab Kematian Mayat Pria Telanjang Dada di Pos Ronda Sragen Kota. Ada Warga Lihat Korban Sempat Melambaikan Tangan

Hasil sayuran yang sudah panen, selanjutnya dibagikan ke warga secara gratis untuk memenuhi kebutuhan sayur.

“Idenya dari program subsidi ketahanan pangan yang disarankan pemerintah di tengah pandemi ini. Akhirnya dari karang taruna tergerak untuk membuat lahan sayur untuk warga,” terangnya.

Cahyo menguraikan gagasan tersebut didasari kondisi dampak covid-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun karena pendapatan merosot.

Dengan menyediakan lahan sayuran, setidaknya ikut membantu mengurangi beban warga dan ibu-ibu belanja sayuran.

Ketua karang taruna dan tokoh Babinsa saat mencabuti rumput di lahan sayuran di RT 16 yang diberdayakan karang taruna untuk membantu kebutuhan sayur warga. Foto/Wardoyo

Untuk pengadaan bibit sayurannya, sebagian dari sumbangan warga dan dari karang taruna.

Selain membantu warga, program subsidi ketahanan pangan itu juga sebagai wujud kontribusi dan menggugah kepedulian karang taruna untuk meringankan beban warga.

Salah satu tokoh setempat, Widodo menyampaikan sistem tanamnya dilakukan secara tumpang sari dan bertahap di setiap lahan. Sehingga panennya tak bersamaan tapi berurutan.

“Seperti di lahan bekas bola volli ini, hari ini kita sebari benih bayam dan kangkung. Yang di lahan sebelah sudah kita tanami 10 hari lalu dan sudah agak besar. Jadi nanti panennya bisa bersambung terus. Daripada lahan kosong tidak termanfaatkan, dengan begini bisa diberdayakan untuk memberi manfaat untuk warga,” terangnya.

Widodo yang juga personel TNI dan bertugas sebagai Babinsa di Manyaran Wonogiri itu mengatakan untuk tanaman bayam biasanya akan panen dalam 28 hari.

Baca Juga :  Innalillahi, Kakek 77 Tahun PDP Corona Asal Gemolong Sragen Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-25, Begini Riwayatnya!

“Nanti hasil panen sayurannya didistribusikan ke warga oleh pemuda dari rumah ke rumah. Untuk perawatannya setiap hari nanti karang taruna bergiliran menyirami dari PAM. Kalau sudah panen, dibagi ke warga, kalau sudah habis nanti ditanami lagi,” imbuhnya.

Ramai-ramai santap nasi dan rica bekicot di daun pisang memanjang, usai kerja bakti. Foto/Wardoyo

Ide kreatif karang taruna itu mendapat apresiasi dari warga utamanya ibu-ibu. Mereka bahkan sampai rela menyediakan makanan untuk para karang taruna yang bekerja bakti menyiapkan lahan sayuran itu.

Salah satu warga, Eni Dwi Sulistyawati (43) warga RT 16 mengaku salut dengan kreativitas karang taruna di dukuhnya itu. Menurutnya dengan adanya lahan sayuran itu dirasa amat membantu meringankan beban warga yang saat ini tengah kesulitan sejak pandemi covid-19 melanda.

“Sangat bagus. Saat sayuran mahal dan ekonomi warga juga sulit, dengan ada lahan sayuran ini jadi warga nggak usah beli lagi. Sangat membantu meringankan beban ibu-ibu Mas,” ujarnya.

Semangat besar dan kekompakan karang taruna itu juga ditunjukkan ketika mereka menyantap nasi dan rica bekicot sumbangan dari ibu-ibu secara beramai-ramai seusai kerja bakti. Uniknya, makanan disantap dengan daun pisang memanjang dan dikelilingi oleh para pemuda sambil duduk bersila. Wardoyo