JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sudah 15.048 KK dari 160 Desa Masuk Data Sebagai Calon Penerima BLT Dana Desa Untuk Dampak Corona. Tinggal Dua Desa Tunggu Musdes, Ini Perkiraan Pencairannya!

Ilustrasi warga terdampak corona antri bantuan. Foto/Wardoyo
Ilustrasi warga terdampak corona antri bantuan. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 15.048 kepala keluarga (KK) di Karanganyar sudah masuk data untuk diajukan sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) dampak corona dari dana desa tahap II.

Jumlah itu merupakan data calon penerima yang diusulkan dari 160 desa di Karanganyar. Masih ada dua desa yang saat ini menunggu proses musyawarah desa (Musdes).

BLT dana desa itu nantinya akan dicairkan selama tiga bulan dengan nominal perbulan Rp 600.000.

Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Sri Suprapti menyampaikan, hingga kini sudah ada 160 desa yang telah mengajukan BLT Dana Desa.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Kerabat Cemas Karena Ada Kerabat Meninggal Dunia dan Rumahnya Berdekatan

Sedangkan sisanya sejumlah 2 desa, baru menggelar Musdes kaitannya dengan data penerima bantuan kemarin malam.

“Baru menyanggupi nanti sore atau malam mau dikirim, (penerima BLT),” paparnya, Kamis (7/5/2020).

Ia menguraikan jumlah warga yang diusulkan masing-masing desa berbeda-beda. Hal itu tergantung jumlah anggarannya.

Terpisah, Kepala Dispermasdes Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengatakan setelah terkumpul data penerima BTL DD dari 162 desa, kemudian diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sragen.

“Kalau sudah terkumpul 162 desa. Nanti diajukan bareng supaya sebelum lebaran sudah bisa cair,” terangnya.

Baca Juga :  Pengurus Muhammadiyah se-Surakarta Konsolidasi Penundaan Muktamar. Berharap Tidak Ada Penundaan Lagi

Diungkapkan Agus, batas waktu pengajuannnya ke KPPN Sragen Senin depan. Sehingga nantinya pertengahan Mei 2020 sudah bisa cair.

Ada beberapa kendala kenapa masih ada beberapa desa yang belum mengajukan penerima BLT DD.
Seperti Perdes, serta penerima bantuan.

“Penentuan penerima bantuan BLT itu diserahkan ke desa. Kemudian desa per RT, jumlahnya berapa, setelah itu dari RT itu dikumpulkan dan bahas di Musdes, ” tukasnya.

Penerima bantuan merupakan warga terdampak pandemi corona diluar penerima bantuan dari Kemensos. Wardoyo