JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tak Hanya Corona, Ini Penyakit Yang Lagi Ngetren dan Kasusnya Terus Meningkat di Karanganyar. Empat Kecamatan Terdeteksi Ada 40 Kasus!

Ilustrasi nyamuk. pexels
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

nyamuk pexels
Ilustrasi nyamuk. pexels

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Di tengah pandemi covid-19 atau corona virus yang masih meningkat, warga Karanganyar diminta waspada dengan ancaman penyakit lainnya.

Yakni penyakit chikungunya yang mulai meningkat sejak pertengahan April 2020 lalu. Data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat, sudah ada 40 kasus chikungunya sejak awal Januari 2020 sampai saat ini.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Katarina Iswati menyampaikan, ada kenaikan terkait kasus cikungunya di Karanganyar.

“Ini masih dilakukan pelacakan. Kemarin sudah dilakukan fogging di daerah Kebakkramat,” paparnya Senin (4/5/2020).

Baca Juga :  Awas, 4 Sales dan Distributor Rokok Bodong Ditangkap dan Dipenjara. Bea Cukai Ungkap Ada 419.000 Rokok Bodong Disita, Beredar di Wilayah Soloraya dari Karanganyar Hingga Sragen

Dari 40 kasus itu, penyebarannya berada terkonsentrasi di empat kecamatan. Yakni wilayah Tasikmadu, Karanganyar Kota, Kebakkramat dan Jaten.

Sementara itu Kasi P2PM DKK Karanganyar, Sri Winarno menambahkan, peningkatan kasus terjadi sejak pertengahan April 2020.

Dari wilayah sebaran kasus cikungunya, kasus paling banyak terjadi di Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu.

“Biasanya kasus ini meningkat saat musim hujan. Meningkatnya sejak pertengahan April 2020 kemarin. Trennya mulai naik,” katanya.

Winarno berharap, masyarakat lebih sering menerapkan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar.

Pasalnya, nyamuk aedes aegypti berkembang biak di genangan air.

Baca Juga :  Jelang Kongres, Pendiri Pasoepati Ingatkan Sportivitas & Hindari Money Politics. Beredar Rumor Kejanggalan Penunjukan Formasi, Benarkah Ada Ketidakberesan?

“Masyarakat tetap harus waspada, terkadang masyarakat panik karena gejalanya tiba-tiba otot lemas.

Sehingga terjadi seperti kelumpuhan sementara, ya sekitar 3,” terangnya.

Dijelaskannya, gejala chikungunya biasanya otot dan persendian menjadi lemas.

Apabila daya tahan tubuh kuat, tidak sampai terjadi seperti kelumpuhan sementara atau sudah berjalan.

DKK Karanganyar sudah melakukan berbagai upaya seperti mengedukasi masyarakat tentang penularan cikungunya serta gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Apabila diperlukan bisa dilakukan fogging tapi dibarengi dengan kesepakatan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ungkap Winarno. Wardoyo