JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tren Covid-19 Mulai Menurun, PSBB Belum Akan Dikendorkan

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. Foto: Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kendatipun terdapat tren penurunan laju jumlah penderita covid-19 sebesar 11 persen, namun Pemerintah belum akan mengendorkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto. Ia memang membenarkan adanya penurunan grafis penambahaan kasus Covid-19 tersebut.

Menurutnya, tren itu terjadi karena mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungannya.

“Masyarakat mulai banyak yang sadar dan berperan memutus penularan dengan tetap di rumah, pakai masker, cuci tangan,” ujar Yurianto saat dihubungi Tempo, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga :  Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Melonjak, APBN Kita Berat

Sejak kasus pertama Covid-19 muncul pertama kali pada 2 Maret 2020, pemerintah telah mulai gencar mempromosikan gaya hidup sehat dengan mencuci tangan.

Dua pekan kemudian, pemerintah mulai menerapkan imbauan kerja dari rumah atau work from home untuk memutus rantai penularan.

Saat itu, angka penambahan mulai semakin besar. Hingga akhirnya pada awal April pemerintah menetapkan status bencana nasional dan menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah, terutama di Jakarta dan sekitarnya sebagai episentrum.

Baca Juga :  Lima Jenazah ABK Ditemukan di Ruang Pendingin Kapal Ikan di Kepulauan Seribu

Kemarin, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, terdapat hasil positif dari upaya pemerintah.

“Laju kasus baru menurun sampai 11 persen,” kata Doni.

Meski begitu, Yuri mengatakan hal ini tak berarti bahwa pemerintah akan mulai melonggarkan aturan. Ia mengatakan masih ada potensi bahwa angka kasus kembali bertambah.

“Masuknya kasus baru ke suatu daerah, baik dari luar negeri maupun dari daerah lain yang masih ditemukan kasus baru,” kata Yuri mencontohkan.

www.tempo.co