JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

30 Calon Advokat Ikuti Ujian Pendidikan Khusus Profesi Advokat DPD KAI Jateng

Sebanyak 30 calon advokat mengikuti ujian Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Bekerja sama dengan Fakultas Syari'ah Institut Islam Mamba'ul 'Ulum (IIM) Surakarta, ujian itu berlangsung sehari penuh di Hotel Sahid Jaya, Sabtu (20/06/2020). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 30 calon advokat mengikuti ujian Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Bekerja sama dengan Fakultas Syari’ah Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta, ujian itu berlangsung sehari penuh di Hotel Sahid Jaya, Sabtu (20/06/2020).

Ketua DPD KAI Jawa Tengah, Asri Purwanti menjelakan, agenda ujian PKPA itu kali pertama digelar dalam pengurusan DPD KAI Jateng di bawah kepengurusannya.

“Sebenarnya ujian ini direncanakan sudah beberapa bulan yang lalu. Namun tertunda karena corona, sehingga baru bisa dijalankan,” kata Asri kepada awak media.

Baca Juga :  Total Kasus Positif Covid-19 di Solo 554, Sembuh 407, Dalam Perawatan 30 dan Minggal 24 Orang

Dia memaparkan, meski nantinya lulus ujian PKPA, namun pihaknya tidak akan melepas para advokat anyar tersebut. Setelah nantinya mengikuti sumpah, KAI Jateng berkomitmen memberi bimbingan dan arahan agar siap secara mandiri.

“Kasihan kalau dilepas begitu saja, karena mereka kan ingin belajar sebagai advokat profesional. Karena advokat itu harus banyak praktek, kalau hanya terori saja sudah. Makanya kantor kami terbuka sebagai lokasi praktek,” ujar dia.

Dewan Penasehat DPP KAI, Gatot Sapto Heriyawanto menambahkan, setiap advokat harus bekerja profesional sesuai dengan Undang-undang Advokat No.18 Tahun 2003. Dia menjelaskan, advokat wajib mengedepankan profesionalitas dan bekerja dengan hati.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Malam Hari di Plaza Manahan Solo, Bukan Bersihkan Sungai Tapi ini Sanksinya

“Jadi tidak ada istilah maju tak gentar bela yang bayar. Jangan sampai nanti ada beberapa klien nanti yang ditelantarkan. Makanya pendidikan yang paling penting adalah etika profesi dan terkait kode etik,” tegas Gatot.

Sementara itu, Wakil Rektor I IIM Surakarta, Isfihani menyebut kerjasama dengan KAI Jateng sebagai satu prasyarat untuk peningkatan akreditasi. Prabowo