JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bersama Mbak Luluk, Darmadi Tokoh Pertanian asal Karanganyar Ungkap Temuan Spektakuler Cara Tanam Bawang Merah Bukan Lewat Umbi. Mbak Luluk Siap Bantu Pengembangan

Anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah bersama Darmadi dan para pemuda petani Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah bersama Darmadi dan para pemuda himpunan keluarga petani Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah, mendorong generasi muda untuk menjadi pelopor pertanian organik.

Salah satunya dengan budidaya bawang merah yang dinilai prospektif diberdayakan. Hal itu diungkapkan saat hadir dalam sarasehan bertema pertanian tentang cara menanam bawang merah dengan biji yang digelar Pemuda Himpunan Keluarga Tani Indonesia Kabupaten Karanganyar di River Hills Karanganyar, Minggu (28/6/2020).

Luluk didaulat menjadi narasumber bersama Darmadi, tokoh pertanian asal Karanganyar, penemu cara menanam bawang merah dengan biji.

Baca Juga :  Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Plupuh, Kasat Lantas Sragen Ungkap Kondisi Sopir Truk Saat Gasak Bocah dan Ibu Anak Hingga Tewas di Plupuh

Dalam paparannya, Darmadi menyampaikan terkait penemuannya yang spektakuler yakni menanam bawang merah dengan biji bukan dengan umbinya.

“Menanam bawang merah dengan biji itu lebih efisien dan mengurangi biaya produksi yang tinggi, sekaligus meningkatkan hasil produksi,” kata Darmadi di hadapan peserta.

Sementara, legislator yang akrab disapa Mbak Luluk itu menyampaikan paparan dan sangat mengapresiasi kepada penemu cara menanam bawang merah dengan biji.

Dirinya siap membantu dan mendorong pemuda tani menjadi pelopor pertama dan utama.

“Pemuda tani harus bangkit menjadi pelopor pertanian organik khususnya hortikultura. Saya siap bantu,” ujar Mbak Luluk.

Baca Juga :  Beringas, Ratusan Massa Berkonvoi Rusak 3 Tugu PSHT di Sragen. Satu Rumah Warga Juga Dirusak, Situasi Sempat Mencekam

Ia menguraikan banyak pemuda millenial yang sudah berhasil mengembangkan sistem pertanian ini dan menjadi bisnis yang secara ekonomi menjanjikan.

Terlebih, pada saat pandemi covid-19 ini ketersediaan pangan menjadi primadona, komoditas pertanian menjadi tumpuan utama dan pertama dalam koridor ketahanan pangan.

Salah satu anggota Pemuda Tani dari Sambirejo, Sragen langsung merespon siap menyediakan lahan untuk menanam bawang merah dengan biji ini. Bahkan Mbak Luluk siap memberikan bantuan benihnya untuk 5 hektare. Wardoyo