JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Surani TKW Asal Sragen Yang 18 Tahun Jadi Korban Kekejaman Majikan di Arab Saudi, Akhirnya Berhasil Diselamatkan. Sudah Dijemput ke KJRI Jeddah, Tinggal Tunggu Pemulangan ke Indonesia

Surani, TKW asal Mojorejo, Karangmalang, Sragen yang 18 tahun jadi korban kekejaman majikan, saat dibawa oleh tim untuk diantar ke KJRI Jeddah menuju pemulangan ke Indonesia. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Surani, TKW asal Mojorejo, Karangmalang, Sragen yang 18 tahun jadi korban kekejaman majikan, saat dibawa oleh tim untuk diantar ke KJRI Jeddah menuju pemulangan ke Indonesia. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar baik berembus untuk tenaga kerja wanita (TKW) asal Dukuh Ngembat RT 21/10, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen bernama Surani.

Setelah kisah penderitaannya 18 tahun tak bisa pulang terungkap, TKW berusia 45 tahun itu langsung mendapat perhatian dari tim dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah di Arab Saudi.

Surani diselamatkan oleh seorang warga Indonesia bernama Bapak Sofyan yang menjemputnya dari rumah majikannya. Surani kemudian diantar ke KJRI Jeddah untuk proses pemulangan ke Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini tadi kami dapat kabar bahwa Mbak Surani sudah dijemput dan dibawa ke KJRI Jeddah. Tadi sore sekitar pukul 15.00 waktu setempat sudah tiba di KJRI Jeddah. Kebetulan tadi kami dengan keluarga yang ada di sini kontak langsung dengan Surani dan dia mengabarkan terimakasih karena sudah berhasil keluar dari rumah majikan dan sekarang sudah di KJRI,” papar Kades Mojorejo, Suharno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

Suharno mengaku sangat berterimakasih kepada semua pihak dan KJRI Jeddah yang sudah turut membantu menyelamatkan warganya itu.

Meski masih harus menunggu proses menuju pemulangan, ia setidaknya sudah sedikit lega lantaran penderitaan warganya itu sudah tertangani.

Ia berharap persoalan pengurusan harta Surani segera selesai sehingga sesegera mungkin bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Mudah-mudahan segera selesai urusannya mengembalikan harta dan perhiasannya itu sehingga bisa segera pulang,” tukasnya.

Sebelumnya, kisah Surani mencuat ketika ia mengunggah video berisi penderitaannya pada Kamis (25/6/2020).

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Ia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi itu harus menjadi korban kekejaman majikannya.

Video itu kemudian diupload oleh Ahyar dan kemudian sampai ke pihak keluarga dan pemerintah desa. Dalam curhatnya, Surani mengaku sudah 18 tahun tidak bisa pulang karena tidak diperbolehkan majikannya.

Ia mengaku hanya digaji 1.000 perbulan oleh majikan barunya, anak dari majikannya yang lama dan itu pun tak selalu diberikan.

“Saya sudah 18 tahun tidak bisa pulang. Tidak dibolehkan oleh majikan. Saya jarang dikasih makan, sering dikunci dikamar. Dua hari dikunci di kamar. Saya pingin pulang Pak. Mohon bisa dibantu agar saya bisa pulang,” kata Surani dalam videonya. Wardoyo