Beranda Umum Nasional Kasus Pembakaran Bendera PDIP, Puan dan Yasonna Ingatkan, Bendera Partai Selalu Tegak

Kasus Pembakaran Bendera PDIP, Puan dan Yasonna Ingatkan, Bendera Partai Selalu Tegak

foto: Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Menyusul pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati terkait insiden pembakaran bendera partai itu, sejumlah politisi PDIP mengunggah foto banteng bermoncong putih yang menjadi lambang partai.

Unggahan itu merupakan buntut peristiwa pembakaran bendera dalam demonstrasi menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP pada Rabu (24/6/2020).

“Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!” tulis Ketua DPP PDIP Puan Maharani di akun Instagramnya, dikutip Jumat (26/6/2020).

Puan mengajak seluruh jajaran PDIP terus merapatkan barisan dan menempuh jalan hukum. Ia meminta seluruh jajaran memperkuat persatuan dengan rakyat.

“Karena rakyatlah cakrawati partai,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Baca Juga :  Skandal Importasi Rp 40,5 Miliar, KPK Sikat Oknum Bea Cukai

Selain mengunggah lambang banteng, Puan juga menyertakan surat instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam surat tersebut Megawati menegaskan partai akan menempuh jalan hukum.

Unggahan serupa juga ada di akun instagram Yasonna Laoly, Ketua DPP PDIP sekaligus Menteri Hukum dan HAM. Yasonna mengatakan PDIP adalah partai yang lahir dari proses sejarah dan selalu memperjuangkan persatuan serta kebhinekaan.

“Perjuangan itu takkan goyah oleh riak-riak dari segelintir orang,” tulis Yasonna di akun Instagram yasonna.laoly. “Tegak lurus perintah Ketua Umum. Bendera selalu tegak.”

Pembakaran bendera PDIP terungkap melalui video yang beredar pada Rabu (24/6/2020) lalu.

Dalam video itu, terlihat sejumlah orang dalam aksi demonstrasi menolak RUU HIP di depan gedung DPR membakar bendera merah bergambar banteng moncong putih dan bendera bergambar palu arit.

Baca Juga :  11 Juta Peserta BPJS PBI Tercoret Sekaligus, Menkeu Ungkap Biang Keroknya

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.