JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ketakutan Diswab Test, 2 Warga Positif Rapid Test asal Tanon Sragen Kabur saat Hendak Didatangi Petugas. Salah Satunya Ibu Hamil

Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Kalikobok, Tanon, Selasa (2/6/2020). Foto/Wardoyo
Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Kalikobok, Tanon, Selasa (2/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua orang asal Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen dilaporkan kabur saat hendak dilakukan swab test oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) beberapa hari lalu.

Kedua warga itu satu di antaranya adalah ibu hamil. Keduanya diduga kabur karena ketakutan saat hendak diswab test pada Rabu (16/6/2020).

Keduanya diswab test setelah hasil rapid test sebelumnya menunjukkan tanda positif alias reaktif covid-19.

Mereka sedianya diswab bersama 15 warga sekitar yang juga dinyatakan positif rapid test dari hasil pelacakan sebelumnya.

“Iya masih ada dua di Tanon yang belum kita swab karena kemarin nggak hadir. Salah satunya ibu hamil. Total harusnya ada 17 orang yang dijadwalkan diswab di Tanon, tapi baru 15 orang yang bisa kita lakukan swab. Yang dua nanti rencananya hari Senin besok,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Sabtu (20/6/2020).

Saat ditanya soal kabar dua warga itu kabur, Hargiyanto tidak menampik. Ia mengatakan belum tahu pasti apa penyebab keduanya belum mau diswab test pada jadwal awal tiga hari lalu.

“Tapi nanti kita swab lagi besok,” tukasnya.

Terpisah, Satgas Covid-19 Desa Tanon, Dawam membenarkan masih ada dua warga yang belum diswab dari total 17 warga di desanya yang sebelumnya positif rapid test.

“Ya mungkin karena kekurangtahuan atau kekurangpahaman saja. Kemarin juga dadakan swabnya. Tapi sebenarnya warga kami itu taat dan manut-manut. Nanti besok akan diswab lagi dan sudah mau,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala DKK Hargiyanto mengungkap dari 19 warga di Tanon yang dirapid test, hasilnya ada 15 warga yang menunjukkan hasil positif.

Baca Juga :  Nunung Diisukan Positif Covid-19 dan Dirawat di Wisma Atlet, Ini Kata Adik: Memang Sedang Sakit

Selain dari Kecamatan Tanon, ada 22 warga di Masaran yang juga positif saat dirapid test. Dari 37 warga itu, sementara dilakukan karantina mandiri 14 hari sembari menunggu swab test.

“Swab test kita lakukan dua hari Selasa dan Rabu di Teknopark. Karena banyak. Hasilnya nanti lima hari ke depan,” terang Hargiyanto.

Rapid test itu dilakukan menyusul temuan enam warga yang positif terinfeksi covid-19 pada Sabtu (13/6/2020) dari Kecamatan Tanon, Masaran, Plupuh, Sidoharjo dan Karangmalang.

Mereka di antaranya S (65 tahun) petani asal Plupuh yang sebelumnya PDP RSUD dr. Soeratno Gemolong, BAH (22 tahun) asal Kecamatan Karangmalang, M (54 tahun), sopir bus Rosalia Indah asal Desa Jati, Masaran, SP (20 tahun) asal Kecamatan Sidoharjo, HS (51 tahun) asal Desa Tanon, Kecamatan Tanon dan MY (24 tahun) dari Desa Tanon, Kecamatan Tanon.

Seluruh pasien positif itu saat ini masih menjalani perawatan di Isolasi Mandiri Pemkab Sragen di Tecknopark Sragen. Wardoyo

Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen makin menunjukkan ancaman. Menyusul tambahan enam kasus positif beberapa hari lalu, sebanyak 37 warga kembali dinyatakan positif rapid test atau reaktif.

Mereka terdeteksi dari hasil tracking dan rapid test yang dilakukan tim dinas kesehatan kabupaten (DKK) Sragen dalam dua hari terakhir sejak tambahan 6 warga positif covid-19, Sabtu (13/6/2020).

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto kepada wartawan mengatakan dari enam kasus baru itu, sudah ditindaklanjuti dengan pelacakan atau tracking riwayat kontak.

Di Sidoharjo, ada sembilan orang yang terlacak punya riwayat kontak dengan pasien positif berinisial SP (20).

Baca Juga :  Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen, Sugiyono Nekat Gugat Kapolda Jateng. Tak Terima Ditetapkan Tersangka Penipuan dan Pencucian Uang Hingga Puluhan Aset Mobil Serta Sertifikatnya Disita

“Hasilnya yang positif (reaktif) nol. Kemudian di Plupuh dari 54 yang kita rapid test, yang reaktif juga nol. Lalu di Sragen kita ambil satu, hasilnya juga nonreaktif,” paparnya Rabu (16/6/2020).

Kemudian di Masaran I, ada 18 warga yang dirapid test dan 14 orang di antaranya menunjukkan hasil positif atau reaktif. Lantas di Masaran II, ada 21 warga yang dirapid test dan hasilnya ada 8 orang dinyatakan positif alias reaktif.

Sehingga di Masaran, total ada 22 orang yang dinyatakan positif alias reaktif. Selain di Masaran, Hargiyanto juga mengungkap rapid test dilakukan di Kecamatan Tanon.

Menurutnya, dari 19 warga yang dirapid test, hasilnya ada 15 warga yang menunjukkan hasil positif.

Sehingga dari Kecamatan Tanon dan Masaran total ada 37 orang yang positif rapid test. Dari 37 warga itu, sementara dilakukan karantina mandiri 14 hari sembari menunggu swab test.

“Swab test kita lakukan dua hari Selasa dan Rabu di Teknopark. Karena banyak. Hasilnya nanti lima hari ke depan,” terang Hargiyanto.

Sebelumnya, enam warga yang positif terinfeksi covid-19 pada Sabtu (13/6/2020) di antaranya S (65 tahun) petani asal Plupuh yang sebelumnya PDP RSUD dr. Soeratno Gemolong, BAH (22tahun) asal Kecamatan Karangmalang, M (54 tahun), sopir bus Rosalia Indah asal Desa Jati, Masaran, SP (20 tahun) asal Kecamatan Sidoharjo, HS (51 tahun) asal Desa Tanon, Kecamatan Tanon dan MY (24 tahun) dari Desa Tanon, Kecamatan Tanon.

Seluruh pasien positif itu saat ini masih menjalani perawatan di RSD Corona Tecknopark Sragen. Wardoyo